Advertisement
Indonesia Positif

Usai JFC 2025, DLH Jember Gerak Cepat Bersihkan Kota

Sejumlah titik utama, mulai dari Jalan Sultan Agung, Alun-alun Jember, hingga rute yang dilalui peserta Jember Fashion Carnival (JFC) 2025 menjadi fokus pembersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember, Minggu (10/8/2025).

TIMES Indonesia,
Usai JFC 2025, DLH Jember Gerak Cepat Bersihkan Kota
Petugas dari DLH yang langsung melakukan pembersihan sampah yang ditinggalkan oleh para penonton JFC. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Sejumlah titik utama, mulai dari Jalan Sultan Agung, Alun-alun Jember, hingga rute yang dilalui peserta Jember Fashion Carnival (JFC) 2025 menjadi fokus pembersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember, Minggu (10/8/2025).

Advertisement

Kepala DLH Jember Suprihandoko menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerjunkan puluhan petugas kebersihan dikerahkan sejak acara selesai.

Adapun mereka dibagi ke beberapa titik strategis dan dilengkapi sapu, sekop, gerobak, serta armada truk pengangkut sampah.

Sampah yang terkumpul umumnya berupa kemasan makanan, botol plastik, dan sisa minuman.

“Kebersihan pasca acara besar seperti JFC merupakan prioritas agar kota tetap rapi, nyaman, dan sehat. JFC menjadi kebanggaan Jember sekaligus magnet wisata. Namun, kami juga harus memastikan sampah dari ribuan pengunjung segera diangkut agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan,” ujar Suprihandoko.

Selain membersihkan, Suprihandoko menyebutkan bahwa DLH mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk berperan aktif menjaga kebersihan selama acara berlangsung.

Advertisement

“Petugas kami siap bekerja, tetapi peran masyarakat jauh lebih penting. Buanglah sampah pada tempatnya, manfaatkan fasilitas yang tersedia, atau bawa kembali sampah jika tempat pembuangan penuh,” tegasnya.

JFC selama ini menjadi agenda wisata terbesar di Jember yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Parade busana kreatif di jalan raya tak hanya mempromosikan seni dan budaya daerah, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

Oleh karenanya, Suprihandoko mengatakan jika keberhasilan sebuah acara tidak hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari warisan positif yang ditinggalkan.

“Mari buktikan Jember bukan hanya indah saat karnaval, tetapi juga bersih dan asri setelahnya,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia