Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa KKN di Probolinggo Tanamkan Hidup Sehat Melalui Program Apotek Hidup

Di tengah tren masyarakat yang kian mengandalkan obat kimia, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Panca Marga atau UPM Probolinggo, Jatim

TIMES Indonesia,
Mahasiswa KKN di Probolinggo Tanamkan Hidup Sehat Melalui Program Apotek Hidup
Sejumlah guru dan warga sedang menyaksikan tanam-tanaman herbal yang digagas oleh mahasiswa KKN. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Probolinggo Di tengah tren masyarakat yang kian mengandalkan obat kimia, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Panca Marga atau UPM Probolinggo, Jatim, memilih jalan berbeda. Mereka mengajak warga tempat pengabdiannya, untuk kembali ke akar—secara harfiah—melalui program Apotek Hidup.

Bertempat di sebuah greenhouse sederhana di Jalan Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, tak jauh dari rumah Kepala Desa, mahasiswa KKN menanam 14 jenis tanaman obat keluarga (TOGA). Mulai dari daun salam yang akrab di dapur, lidah buaya yang dikenal serbaguna, hingga sambang merah yang jarang ditemui, semua tumbuh rapi di bedengan-bedengan tanah subur.

Advertisement

Namun, program ini bukan sekadar soal bercocok tanam. Bagi Yaufi Hardasyach Wadhana, salah satu mahasiswa KKN, tanaman-tanaman ini adalah pintu masuk untuk mengubah pola pikir masyarakat.

“Kami ingin warga, khususnya ibu-ibu PKK dan guru, tidak hanya tahu manfaat tanaman obat, tapi juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari dapur, pekarangan, sampai ruang kelas,” ujarnya.

Edukasi yang mereka berikan mencakup pengolahan tanaman obat menjadi minuman atau ramuan kesehatan, tips pola hidup sehat, hingga pengelolaan sampah rumah tangga. Sasaran utamanya jelas: membentuk agen perubahan di tingkat keluarga yang dapat menyebarkan gaya hidup sehat ke lingkungan sekitarnya.

Menariknya, mahasiswa KKN juga menyasar para guru untuk memperkuat program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Materi tentang pola hidup bersih, sehat, dan penanganan pertama pada kasus ringan di sekolah menjadi bekal penting bagi para pendidik.

“Jadi siswa juga dapat dididik untuk hidup sehat melalui sekolah tempat belajar mereka. Ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman,” kata Siti Soleha. 

Advertisement

Dari sudut pandang masyarakat, keberadaan mahasiswa KKN ini menghadirkan energi baru. Apotek hidup yang mereka tanam bukan hanya deretan tanaman hijau, tapi simbol gerakan hidup sehat yang berangkat dari desa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Abdul Jalil
PenulisAbdul JalilJurnalis Muda wilayah Probolinggo yang telah bergabung bersama TIMES Indonesia sejak tahun 2020. Fokus peliputan pada Pemerintahan, Politik, Sosial dan Budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia