Advertisement
Indonesia Positif

Penurunan Stunting di Sleman: Danang Minta Kapanewon Fokus Prioritas Penanganan

Pemerintah Kabupaten Sleman atau Pemkab Sleman terus mengakselerasi program penurunan stunting secara berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penurunan Stunting yang digelar di Kapanewon Godean, Selasa (12

TIMES Indonesia,
Penurunan Stunting di Sleman: Danang Minta Kapanewon Fokus Prioritas Penanganan
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa ikuti kegiatan Monev penurunan stunting di di Kapanewon Godean (FOTO: Pemkab Sleman for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SLEMAN Pemerintah Kabupaten Sleman atau Pemkab Sleman terus mengakselerasi program penurunan stunting secara berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penurunan Stunting yang digelar di Kapanewon Godean, Selasa (12/8/2025).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kepala DP3AP2KB Sleman Novita Krisnaeni, Forkopim Kapanewon Godean, serta kader kesehatan dari seluruh kalurahan.

Advertisement

Danang menegaskan pentingnya setiap kapanewon hingga kalurahan memiliki bagan prioritas penanganan stunting agar program yang dijalankan lebih terarah dan tepat sasaran. Ia menekankan bahwa penurunan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor dan dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga keluarga.

“Stunting menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian program prioritas pembangunan daerah,” ujar Danang.

Godean Tekan Stunting, Masuk Tiga Terendah di Sleman

Wabup Sleman juga mengapresiasi capaian Kapanewon Godean yang mampu menekan angka stunting hingga 3,26 persen. Angka ini menempatkan Godean di posisi ketiga terendah se-Kabupaten Sleman, setelah Berbah (2,36 persen) dan Ngaglik (3,21 persen).

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa kerja sama erat antara pemerintah dan masyarakat bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” tambahnya.

Advertisement

Danang menekankan pentingnya pencatatan dan pelaporan yang akuntabel, disertai intervensi cepat dan tepat, untuk memastikan penanganan stunting berjalan efektif.

Pemantauan Rutin di Seluruh Kapanewon

Kepala DP3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, mengungkapkan bahwa Monev penurunan stunting digelar di seluruh kapanewon Sleman untuk memantau sekaligus mengevaluasi program yang sudah berjalan.

“Dengan data yang valid dan semangat kebersamaan, kami optimis Sleman mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan membentuk generasi emas yang sehat serta berdaya saing,” papar Novita. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A. Tulung
PenulisA. TulungSarjana Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Tahun 2006 dan Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia