Advertisement
Indonesia Positif

Upacara HUT RI ke-80 di An Nur 2 Malang: Santri Harus jadi Generasi Tangguh di Era Digital

Pondok Pesantren Wisata An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang sukses menggelar upacara peringatan HUT ke- 80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

TIMES Indonesia,
Upacara HUT RI ke-80 di An Nur 2 Malang: Santri Harus jadi Generasi Tangguh di Era Digital
Pelaksanaan Upacara HUT RI ke 8 di Pondok Pesantren An Nur 2 Bululawang Malang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pondok Pesantren Wisata An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang sukses menggelar upacara peringatan HUT ke- 80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti segenap pengasuh, dewan guru MI, SMP, SMA, para asatid, serta seluruh santri. Kolonel Caj Paham Priono, S.E., M.M., Kepala Ajendam Pangdam V Brawijaya, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Kolonel Paham Priono menegaskan bahwa momentum HUT RI harus menjadi pengingat akan jasa para pahlawan yang berjuang dengan pengorbanan jiwa raga. Menurutnya, tugas generasi sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu melalui kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa di era modern.

Advertisement

Upacara-HUT.jpg

Ia menambahkan, upacara bukan sekadar seremoni pengibaran bendera, melainkan wujud rasa cinta tanah air dan penghormatan kepada para pahlawan. “Kita sebagai generasi penerus pantang melupakan sejarah, karena kemerdekaan ditempuh dengan pengorbanan nyawa dan tumpah darah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Paham Priono mengingatkan bahwa pondok pesantren sejak dulu memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa. Semboyan “Hubbul Wathon Minal Iman” yang digelorakan KH Wahab Chasbullah menjadi semangat jihad melawan penjajah. Kini, pesantren tetap memegang peranan penting sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi bertakwa, cerdas, dan bermental tangguh.

Ia juga menyoroti tantangan era digital yang membawa dampak besar pada budaya, pendidikan, ekonomi, hingga moralitas. “Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk kemajuan, bukan sebaliknya menjadi ancaman melalui judi online, pornografi, maupun konten negatif lainnya,” tegasnya. Karena itu, pesantren didorong untuk aktif membentengi generasi muda dari degradasi moral.

An-Nur-Upacara-HUT.jpg

Meski tantangan tidak ringan, ia meyakini semangat persatuan dan cinta tanah air menjadi modal besar bangsa untuk terus maju. Kepada para santri, Kolonel Paham berpesan agar terus giat menimba ilmu, menjaga amanah orang tua, serta menghormati guru dan pengasuh agar kelak menjadi insan berakhlak mulia dan bermanfaat bagi bangsa.

Mengakhiri amanatnya, ia mengajak seluruh pihak memperkuat persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan Indonesia bermartabat. 

Upacara semakin semarak dengan kehadiran tamu undangan yang mengenakan pakaian adat dari berbagai provinsi serta penampilan Marching Band An Nur 2 Al Murtadho Bululawang Malang yang menambah nuansa kebhinekaan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisM. Ramlin Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia