Semarak HUT RI ke-80, Mahasiswa PPLK PGMI UNISMA Meriahkan Perlombaan di MINU Polowijen
Suasana kemerdekaan terasa begitu meriah di MINU Polowijen. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK)

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Suasana kemerdekaan terasa begitu meriah di MINU Polowijen. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama pihak sekolah sukses menggelar serangkaian lomba yang seru, edukatif, sekaligus penuh makna kebangsaan.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan diikuti antusias oleh seluruh siswa, guru, staf, serta mahasiswa PPLK.
Sejak hari pertama, keceriaan sudah tampak di wajah para siswa. Kelas 1 dan 2 beradu kreativitas dalam lomba melengkapi gambar, sedangkan kelas 3 dan 4 menguji keseimbangan melalui lomba sendok kelereng. Tak kalah seru, siswa kelas 5 dan 6 bekerja sama dalam estafet bola menggunakan kardus yang melatih kekompakan tim.
Hari kedua semakin semarak dengan hadirnya lomba-lomba baru. Siswa kelas 1 dan 2 mencoba ketangkasan dalam lomba memasukkan bola ke keranjang. Kelas 3 dan 4 diajak lebih dekat dengan nilai kebangsaan melalui lomba menyusun Puzzle Pancasila, sebuah karya inovatif mahasiswa PPLK PGMI UNISMA yang dirancang khusus untuk menjadi media pembelajaran. Sementara itu, kelas 5 dan 6 menikmati keseruan lomba pukul air yang penuh tawa dan keceriaan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Salah satu guru MINU Polowijen memberikan apresiasi tinggi terhadap lomba Puzzle Pancasila. “Adanya perlombaan ini sudah sesuai untuk Fase C, terutama kelas 3. Mereka sedang berproses memahami sila-sila Pancasila, dan lomba ini menjadi sarana pembelajaran yang tepat sekaligus menyenangkan,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Albed, menambahkan bahwa tujuan utama perlombaan bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menanamkan nilai cinta tanah air sejak dini. “Kami ingin siswa tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga memahami maknanya. Dengan puzzle ini, mereka belajar kerja sama, ketelitian, dan kecepatan,” ungkapnya.
Memasuki hari terakhir, giliran bapak-ibu guru, staf, dan mahasiswa PPLK PGMI UNISMA yang unjuk kebolehan. Lomba meletuskan balon dengan kaki sambil memakai corong di kepala memicu gelak tawa seluruh peserta. Suasana semakin hangat ketika mereka bersama-sama mengikuti lomba estafet bola ke keranjang, menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekompakan dan kebersamaan.
Rangkaian perlombaan ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga momentum penting untuk menanamkan nilai persatuan, sportivitas, dan kebersamaan. Dengan semangat HUT ke-80 Kemerdekaan RI, mahasiswa PPLK PGMI UNISMA bersama MINU Polowijen berhasil menghadirkan perayaan yang inspiratif sekaligus memperkuat ikatan antara kampus, sekolah, dan masyarakat. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

