Advertisement
Indonesia Positif

Kasus Kecil, Desa Sidomukti Komitmen Terus Hapus Stunting

Meski jumlah bayi stunting sangat rendah, Pemerintah Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang terus berupaya melakukan pencegahan stunting di wilayahnya.

TIMES Indonesia,
Kasus Kecil, Desa Sidomukti Komitmen Terus Hapus Stunting
Pemdes Sidomukti dan Sekcam Mayang saat rembuk stunting bersama dengan menyusun rencana kerja pemerintah desa (RKPDes) tahun 2026 (FOTO: M. Abdul Basid / TIMES Indonesia )
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER Meski jumlah bayi stunting sangat rendah, Pemerintah Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang terus berupaya melakukan pencegahan stunting di wilayahnya.

Seperti yang berlangsung di pendapa Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Selasa  (19/8/2025), pemdes setempat melakukan rembuk stunting untuk rencana kerja pemerintah desa (RKPDes) tahun 2026.

Advertisement

Berdasarkan data yang diperoleh, Desa Sidomukti terdapat tiga kasus stunting sepanjang 2025.

Sedangkan di tingkat Kecamatan Mayang, angka stunting sebanyak 85.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak seperti kader kesehatan, PAUD, masyarakat, dan pemerintah desa untuk membahas dan menyusun rencana aksi pencegahan stunting.

Rembuk stunting menjadi bagian integral dalam penyusunan RKPDes, yang memuat program-program terkait penanganan stunting.

Program ini fokus pada kesehatan ibu hamil dan calon pengantin untuk mencegah kelahiran bayi stunting seperti pemberian makanan tambahan (PMT).

Advertisement

Sekretaris Kecamatan Mayang Dannie Allcholin mengatakan bahwa stunting merupakan masalah kekurangan gizi yang dapat berdampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik, kognitif, dan kesehatan anak. 

Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini, terutama pada masa kehamilan dan balita, sangat penting untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

"Penanganan stunting membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat. Dengan komitmen bersama, diharapkan angka stunting di Desa Sidomukti dan daerah lainnya dapat terus ditekan," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia