Advertisement
Indonesia Positif

Manajemen Risiko Jadi Kunci Peningkatan Kapasitas Karyawan di Era Bisnis Dinamis

PLN UP2B Sistem Makassar gelar pelatihan manajemen risiko. Peserta alami peningkatan kompetensi signifikan dan dorong ketahanan bisnis perusahaan.

TIMES Indonesia,
Manajemen Risiko Jadi Kunci Peningkatan Kapasitas Karyawan di Era Bisnis Dinamis
Pelatihan manajemen risiko tingkatkan kompetensi karyawan, mendukung ketahanan perusahaan dan kepercayaan mitra kerja di era bisnis dinamis.(Foto: Istimewa)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Manajemen risiko menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan operasional perusahaan. Risiko dapat muncul dari sisi internal maupun eksternal yang sulit diprediksi.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap karyawan memiliki pemahaman memadai tentang cara mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko agar dampaknya bisa diminimalisir.

Advertisement

Pelatihan menjadi salah satu cara yang dianggap efektif untuk memperkuat kompetensi karyawan dalam bidang ini. Dengan pendekatan yang sistematis, karyawan tidak hanya dibekali pengetahuan teoritis, tetapi juga praktik nyata yang sesuai dengan kondisi di lapangan. 

Proses belajar ini memungkinkan mereka lebih siap menghadapi tantangan kompleks yang bisa menghambat kinerja perusahaan.

Selain itu, pelatihan manajemen risiko juga berfungsi sebagai sarana untuk melatih pola pikir analitis. Karyawan dituntut agar mampu membuat keputusan berdasarkan data dan perhitungan yang tepat. 

Dengan begitu, hasil dari pelatihan tidak hanya bermanfaat secara individual, tetapi juga berdampak pada peningkatan ketahanan organisasi secara keseluruhan.

Pentingnya program ini semakin terasa karena risiko dalam dunia usaha cenderung berkembang seiring dinamika ekonomi, regulasi, dan teknologi. Tanpa kompetensi yang memadai, perusahaan akan lebih rentan menghadapi kerugian.

Advertisement

Sebaliknya, dengan karyawan yang terlatih, perusahaan dapat menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.

Pelatihan-Manajemen-resiko-a.jpg

Di sisi lain, sejumlah perusahaan kini mulai serius mengadopsi program pelatihan manajemen risiko. Salah satunya PLN UP2B Sistem Makassar yang pada akhir Juli lalu mengadakan pelatihan Quantitative Risk Management bersama dibimbing untuk memperkuat pengetahuan para karyawannya. 

Pelatihan ini diikuti 11 orang peserta dan berlangsung intens selama dua hari dengan materi yang cukup mendalam, mulai dari teori hingga simulasi proyek.

Salah satu peserta, Tiara Dwi, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. “Nilai rata-rata kami meningkat signifikan, dari 49,3 pada pre-test menjadi 88,6 di post-test. Itu membuktikan kalau materi yang diberikan memang bisa kami pahami dengan baik,” ujarnya.

Tiara menambahkan, pemahaman baru yang diperoleh membuat dirinya dan rekan-rekan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan kerja. 

“Kami jadi lebih siap menerapkan konsep manajemen risiko, terutama saat harus mengambil keputusan penting dalam proyek,” katanya.

Ia juga menilai bahwa pelatihan ini memberikan kontribusi terhadap kepercayaan mitra kerja perusahaan.

“Kalau kompetensi karyawan semakin baik, otomatis kerja sama dengan pihak luar bisa lebih kuat. Kami merasa ini langkah yang sangat positif,” tutur Tiara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sholihin Nur
PenulisSholihin NurBergabung di TIMES Indonesia sejak Juni 2015. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita Pemerintahan, Pendidikan, Olahraga, Teknologi, Seni Budaya dan Lifestyle
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia