Advertisement
Indonesia Positif

Stop Bullying! KSM-T Kelompok 12 UNISMA Malang Bergerak untuk Generasi Tanpa Perundungan

Sebuah terobosan penting dalam upaya pencegahan bullying di tingkat sekolah dasar berhasil dicapai oleh Mahasiswa Kandidat Srjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Kelompok 12 UNISMA

TIMES Indonesia,
Stop Bullying! KSM-T Kelompok 12 UNISMA Malang Bergerak untuk Generasi Tanpa Perundungan
Mahasiswa KSM-T Unisma Malang saat menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN 1 Wringinanom. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Sebuah terobosan penting dalam upaya pencegahan bullying di tingkat sekolah dasar berhasil dicapai oleh Mahasiswa Kandidat Srjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Kelompok 12 UNISMA. Dalam program sosialisasi anti bullying yang digelar Sabtu (16/8/2025) di SDN 1 Wringinanom. Para mahasiswa berhasil mendorong anak-anak yang pernah mengalami perundungan untuk berani bercerita tentang pengalaman mereka.

Kegiatan yang menargetkan 21 siswa kelas 3 ini menuai antusiasme luar biasa dari para peserta. Yang menggembirakan, beberapa anak yang sebelumnya menjadi korban bullying akhirnya berani membuka diri dan berbagi pengalaman mereka di hadapan teman-teman sekelas.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Metode Kreatif Sentuh Hati Anak

Kelompok 12 menggunakan pendekatan yang unik dan ramah anak dalam menyampaikan pesan anti bullying. Mereka memadukan storytelling interaktif, menyanyikan lagu bertema kasih sayang dengan teman, diskusi terbuka, kuis berhadiah, hingga bermain bersama untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tidak membosankan. Para siswa tidak hanya antusias mengikuti kegiatan, tetapi juga menunjukkan pemahaman yang baik tentang materi yang disampaikan.

Mahasiswa-KSM-T-Unisma.jpg

Program yang berlangsung 2 jam ini langsung menunjukkan hasil positif. Pemateri, Annisa Putri Fauziah, menjelaskan berbagai bentuk dari tindakan bullying, seperti verbal, fisik, sosial dan cyber bullying. Ia juga memaparkan dampak buruk dari tindakan bullying, baik dari korban maupun pelaku, serta cara menghadapinya.

Para siswa mulai memahami konsep empati dan belajar untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti temannya. Para siswa diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak takut untuk melaporkan jika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Beberapa siswa bahkan berkomitmen untuk menjadi "buddy system" atau teman baik bagi rekan yang membutuhkan dukungan.

Advertisement

Program sosialisasi anti bullying ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kreativitas, isu serius seperti perundungan dapat ditangani secara efektif. Yang terpenting, program ini berhasil memberikan rasa aman kepada anak-anak untuk bersuara dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah bullying.

Keberhasilan Kelompok 12 KSM-T Universitas Islam Malang ini diharapkan menjadi katalisator bagi upaya-upaya serupa di masa depan, demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua anak. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 12 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia