Program Makan Bergizi Gratis di Jayapura Pacu Ekonomi Lokal dan Perbaiki Gizi Anak
Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya mendukung peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya mendukung peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku menekankan bahwa kebijakan MBG dapat menggerakkan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan, karena seluruh bahan pangan diupayakan bersumber dari produk masyarakat setempat.
"Program MBG ini akan memunculkan rantai pasok baru yang menghubungkan petani, nelayan dan pelaku UMKM dengan sekolah-sekolah sebagai penerima manfaat, ini menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan," katanya saat diwawancarai di Sentani, Jumat (5/9/2025).
Menurut Haris, pemerintah daerah melihat MBG sebagai peluang strategis yang tidak hanya menyalurkan makanan bergizi, tetapi juga mendorong keterlibatan ekonomi masyarakat.
"Pemkab Jayapura berkomitmen memastikan bahan pangan yang dipasok dalam program MBG berasal dari produk lokal, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh para petani dan nelayan di kampung-kampung," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa MBG menjadi motor penggerak ekonomi baru, sehingga program ini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak sekolah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dan nelayan.
"Pemkab Jayapura bersama OPD terkait akan menyusun mekanisme pengadaan pangan berbasis kampung agar pasokan lebih terjamin, sekaligus menjaga harga jual yang adil bagi masyarakat produsen," katanya.
Haris menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan produk lokal tidak terpinggirkan, sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian pangan daerah.
"Melalui implementasi MBG yang merata hingga ke pelosok, Kabupaten Jayapura dapat menekan angka stunting sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada kekuatan pangan masyarakat lokal," ujarnya lagi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


