Advertisement
Indonesia Positif

KSM-T UNISMA Kembangkan Biopori untuk Pengelolaan Sampah Organik

Kelompok Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) 23 dari Universitas Islam Malang/ UNISMA melaksanakan program kerja (proker) inovatif berupa sosialisasi dan pemasangan lubang biopori di Desa Sukoanyar Kec. Pakis Kab. Malang.

TIMES Indonesia,
KSM-T UNISMA Kembangkan Biopori untuk Pengelolaan Sampah Organik
Proses pemasangan biopori di Desa Sukoanyar. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kelompok Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) 23 dari Universitas Islam Malang/ UNISMA melaksanakan program kerja (proker) inovatif berupa sosialisasi dan pemasangan lubang biopori di Desa Sukoanyar Kec. Pakis Kab. Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik, khususnya sampah dapur, sekaligus memberikan solusi praktis untuk masalah tersebut.

Acara sosialisasi yang diselenggarakan di PoskesDes pada tanggal 23 Agustus 2025 yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK, kader kesehatan, serta Kepala Desa Sukoanyar beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KSM. "Program biopori ini sangat bermanfaat untuk lingkungan desa kita. Semoga masyarakat bisa mengaplikasikannya di rumah masing-masing," ujarnya.

Advertisement

Setelah sesi pemaparan materi, mahasiswa KSM 23 mengajak para peserta untuk praktik langsung. Mereka secara simbolis memasang lubang biopori di 16 titik yang tersebar di tiga dusun yaitu Dusun Cokro, Dusun Plalar, dan Dusun Baran. Pemasangan biopori ini berfungsi sebagai komposter alami yang dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk sekaligus meningkatkan daya serap air tanah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dengan program ini, Kelompok KSM 23 berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Sukoanyar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah secara mandiri. "Kami harap biopori ini tidak hanya menjadi proyek sesaat, tetapi juga menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat untuk mengelola sampah dapur mereka," kata Bambang Selaku ketua acara.

Sejumlah mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Kelompok 23 dari Universitas Islam Malang (UNISMA) melakukan terobosan dalam penanganan masalah lingkungan. Mereka menggelar program sosialisasi dan pemasangan biopori di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengelola limbah organik rumah tangga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sesi pemaparan, tim KSM menjelaskan secara detail mengenai manfaat biopori yang sangat multifungsi. Sosialisasi Biopori Bersama Ibu PKK dan Kader Kesehatan.

Advertisement

"Biopori adalah lubang resapan yang sederhana, tapi manfaatnya luar biasa," kata salah satu perwakilan mahasiswa. "Ini bisa menjadi solusi efektif untuk pengelolaan sampah organik, di mana sampah sisa dapur bisa diolah menjadi kompos yang subur. Kompos ini bisa dipanen setiap tiga bulan sekali, memberikan keuntungan ganda bagi warga," imbuhnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Selain sebagai pengolah sampah, biopori juga memiliki peran vital dalam konservasi air tanah. Dengan adanya lubang-lubang ini, air hujan tidak lagi menggenang di permukaan, melainkan meresap langsung ke dalam tanah. Proses ini secara signifikan dapat mencegah banjir dan genangan air di area pemukiman, sekaligus menambah cadangan air di dalam tanah.

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata. Mahasiswa KSM bersama warga desa secara gotong royong memasang biopori di 16 titik yang telah ditentukan. Titik-titik ini tersebar merata di tiga dusun, yaitu Dusun Cokro, Dusun Plalar, dan Dusun Baran. Pemasangan ini diharapkan menjadi langkah awal yang dapat menginspirasi seluruh warga desa untuk menerapkan biopori di pekarangan rumah masing-masing.

Kepala Desa Sukoanyar menyambut baik inisiatif para mahasiswa. "Kami sangat mengapresiasi program ini. Ini adalah ilmu yang sangat bermanfaat dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Semoga biopori ini bisa menjadi kebiasaan baik di desa kami," ujarnya.

Dengan program ini, mahasiswa KSM Unisma menunjukkan bahwa solusi untuk masalah lingkungan tidak selalu rumit. Cukup dengan edukasi yang tepat dan aksi nyata yang konsisten, perubahan positif yang signifikan dapat diwujudkan di tingkat masyarakat. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 23 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia