Advertisement
Indonesia Positif

Upaya Cegah Cacingan, RSU Wajak Husada Malang Gencarkan Penyuluhan ke Sekolah

RSU Wajak Husada Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan generasi muda melalui kegiatan School to School Education dengan tema “Gerakan Generasi Hebat Tanpa Cacingan, Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).”

TIMES Indonesia,
Upaya Cegah Cacingan, RSU Wajak Husada Malang Gencarkan Penyuluhan ke Sekolah
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG RSU Wajak Husada Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan generasi muda melalui kegiatan School to School Education dengan tema “Gerakan Generasi Hebat Tanpa Cacingan, Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 September 2025 di SDN Kidangbang 3, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Advertisement

Kegiatan edukasi ini disampaikan langsung oleh Wahyu Hanung Prasetyo, S.Kep., Ns, paramedis RSU Wajak Husada. Antusiasme terlihat dari ratusan siswa yang hadir untuk belajar bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam pencegahan penyakit cacingan.

cuci-tangan.jpg

Dalam paparannya, pria yang biasa disapa Hanung menjelaskan bahwa penyakit cacingan masih banyak ditemukan pada anak-anak, terutama karena kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. “Cacingan dapat menyebabkan anak menjadi kurang gizi, lemas, bahkan memengaruhi prestasi belajar. Oleh karena itu, pencegahannya sangat penting dilakukan sejak dini,” jelasnya.

Salah satu praktik yang diajarkan adalah cara mencuci tangan yang benar, sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran cacingan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti simulasi, mulai dari membasahi tangan, mengusap sabun ke seluruh bagian, hingga membilas dan mengeringkan tangan dengan baik.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu guru mengajukan pertanyaan menarik, apakah “picky eater” (anak yang pilih-pilih makanan) sama dengan gejala cacingan. Wahyu menjelaskan, “Picky eater berbeda dengan cacingan. Picky eater biasanya terjadi karena kebiasaan anak dalam memilih makanan tertentu, sedangkan cacingan ditandai dengan adanya gangguan kesehatan, seperti perut buncit, badan kurus, lemas, dan kadang gatal di sekitar anus. Namun, keduanya sama-sama dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak bila tidak ditangani dengan tepat.”

Advertisement

SDN-Kidangbang-3.jpg

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Astri Kristanti, S.Pd, salah satu guru SDN Kidangbang 3, menyampaikan rasa terima kasihnya:

“Terima kasih petugas dan perawat RSU Wajak Husada yang sudah memberikan ilmunya kepada anak-anak kami. Hari ini siswa mendapatkan ilmu baru dan kami, para guru, juga memperoleh wawasan baru terkait pencegahan dan penyebaran cacingan pada anak. Terima kasih RSU Wajak Husada,” ungkapnya.

Kegiatan edukasi ini merupakan bentuk  dari komitmen RSU Wajak Husada Malang dalam mendukung Gerakan Hidup Sehat di lingkungan sekolah. Harapannya, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari cacingan, serta mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

H
PenulisHayyu Chaniyyu (CR-225) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia