Advertisement
Indonesia Positif

Inisiatif Berani Kasun di Lamongan, Normalisasi Embung dan Mimpikan Tanggul Jadi Lapangan Futsal

Di tengah banyaknya program pembangunan desa bergantung pada anggaran pemerintah, Sholikin, Kepala Dusun (Kasun) Sumberpanggang, Kecamatan Kembangbahu

TIMES Indonesia,
Inisiatif Berani Kasun di Lamongan, Normalisasi Embung dan Mimpikan Tanggul Jadi Lapangan Futsal
Embung di Dusun Sumberpanggang, Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan sebelum dinormalisasi menggunakan excavator, Kamis (11/9/2025). (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Lamongan Di tengah banyaknya program pembangunan desa bergantung pada anggaran pemerintah, Sholikin, Kepala Dusun (Kasun) Sumberpanggang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, memilih jalan berbeda. Ia rela merogoh kocek pribadi untuk menormalisasi embung. 

Mimpi dari Sholikin bersama seluruh elemen warga setempat berencana menyulap satu sisi tanggul embung di Dusun Sumberpanggang menjadi lapangan futsal dan taman bermain, demi masa depan generasi mudanya. 

Advertisement

“Kasihan anak-anak di dusun ini. Kalau mau futsal, mereka harus ke kota. Padahal olahraga bisa jadi jalan agar remaja tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” tutur Sholikin, Kamis (11/9/2025). 

Salah satu embung di Lamongan ini mengalami pendangkalan. Untuk itu, Sholikin tergerak untuk menormalisasi embung tersebut agar bisa  difungsikan untuk menampung air bagi kebutuhan petani.

"Salah satu sisi tanggul embung itu rencananya akan kita sulap jadi lapangan futsal dan taman bermain bagi anak-anak PAUD dan TK di Dusun Sumberpanggang," ucapnya. 

Embung-2.jpg

Menurut Sholikin, ide ini sudah lama diidamkan warga. Namun keterbatasan anggaran dari pemerintah desa setempat membuat pembelian lahan baru untuk lapangan olahraga sulit diwujudkan. 

Advertisement

“Karena itu kami manfaatkan embung ini. Yang terpenting fungsi embung tetap jalan, bahkan setelah dinormalisasi kapasitas airnya bisa sedikit lebih banyak. Tapi di sisi lain, anak-anak juga punya tempat olahraga dan bermain,” katanya. 

Upaya yang dilakukan Sholikin ini tak berjalan sendiri. Karang Taruna Arespank Dusun Sumberpanggang juga turut memberi dukungan moral dan dana pendampingan. Antusiasme pemuda setempat menjadi bukti nyata bahwa program ini mendapat restu masyarakat. 

“Musyawarah sudah kita lakukan dengan RT, RW, karang taruna, dan kelompok petani (Poktan). Tanpa kebersamaan, mustahil program ini bisa jalan,” ucapnya. 

Harapannya sederhana agar anak-anak dan remaja tidak lagi terjebak dalam pergaulan negatif. Dengan adanya fasilitas olahraga dan taman bermain, mereka bisa mengisi waktu dengan kegiatan positif. 

“Kalau anak-anak sibuk berolahraga, insyaallah mereka akan berpikir panjang sebelum melakukan hal-hal yang merugikan,” ujar Sholikin. 

Ketua Karang Taruna Arespank, Dimas Kurniawan, menyebut langkah Kasun Sholikin adalah teladan nyata. “Kami para pemuda siap mendukung. Ini bukan sekadar soal lapangan futsal, tapi tentang masa depan generasi muda Dusun Sumberpanggang,” kata Wawan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia