Advertisement
Indonesia Positif

FKIP UNISMA Ajarkan Pelestarian Budaya Lewat Bidang Pendidikan

FKIP UNISMA melalui Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Yayan Eryk Setiawan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Lumajang dalam rangka pengembangan bahan ajar berbasis budaya bagi guru-guru MTs Negeri/Swasta di Kabupaten Lumajang.

TIMES Indonesia,
FKIP UNISMA Ajarkan Pelestarian Budaya Lewat Bidang Pendidikan
Pendampingan pengembangan bahan ajar berbasis budaya bagi guru-guru MTs Negeri/Swasta Kabupaten Lumajang bertempat di aula MTs Wahid Hasyim Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG FKIP UNISMA melalui Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Yayan Eryk Setiawan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Lumajang dalam rangka pengembangan bahan ajar berbasis budaya bagi guru-guru MTs Negeri/Swasta di Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika MTs Se Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini merupakan program kemitraan antara UNISMA dengan Kelompok MGMP Matematika di Kabupaten Lumajang.

Advertisement

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dan pendanaan dari Universitas Islam Malang di tahun anggaran 2025. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di aula MTs Wahid Hasyim Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang pada tanggal 10-11 September 2025.

Kegiatan pengabdian ini dibuka oleh salah satu Pengawas MTs di kabupaten Lumajang, Farida. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah penting untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru.

Ia berharap kegiatan kemitraan ini berjalan berkesinambungan dan terus memberikan bekal kepada guru-guru MTs untuk meningkatkan karir dan kompetensinya. Setelah sambutan dari pengawas, dilanjutkan dengan kegiatan inti pengabdian.

Kegiatan inti ini terdiri dari penjelasan mengenai pelestarian budaya dalam dunia pendidikan yang salah satunya melalui integrasi budaya dalam bahan ajar. Integrasi budaya dalam bahan ajar dapat dilakukan dengan 3 strategi. Strategi pertama yaitu budaya menyediakan penerapan pemahaman konsep matematika. Strategi kedua yaitu budaya menyediakan dasar pemahaman konsep matematika. Strategi ketiga yaitu budaya menyediakan pengembangan pemahaman konsep matematika. Melalui ketiga strategi inilah, budaya dapat dilestarikan dengan mengajarkannya kepada siswa-siswa di Kabupaten Lumajang.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Advertisement

Pada sesi penutup diberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan kesan selama mengikuti kegiatan pengabdian ini. Terdapat dua guru yang memberikan kesan. Dari perwakilan guru laki-laki memberikan kesan bahwa ternyata matematika dapat diberikan kepada siswa dengan cara yang menarik, yaitu terintegrasi dengan budaya lokal Kabupaten Lumajang.

Dari perwakilan guru perempuan juga mengharapkan adanya kegiatan-kegiatan pengabdian selanjutnya yang dapat menambah ilmu dan wawasan dalam dunia pendidikan. Hasil dari pengabdian ditunjukkan dengan meningkatnya kompetensi pedagogik guru, dimana semua guru berhasil dalam menyusun bahan ajar terintegrasi budaya lokal Kabupaten Lumajang. Dengan demikian diharapkan kebudayaan Kabupaten Lumajang dapat dilestarikan kepada para penerus bangsa. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Dr. Yayan Eryk Setiawan, S.Pd., M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia