Advertisement
Indonesia Positif

Perkuat Brigade Pangan, Polbangtan Malang Terjunkan Alumni ke Tiga Provinsi

Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) kembali mengirimkan lulusan terbaiknya untuk mengabdi kepada masyarakat melalui program Alumni Mengabdi. Sebanyak 34 alumni akan diterjunkan ke 18 kabupaten di tiga provinsi, yakni Sumatera

TIMES Indonesia,
Perkuat Brigade Pangan, Polbangtan Malang Terjunkan Alumni ke Tiga Provinsi
Direktur Polbangtan Malang Dr Setya Budhi Udrayana membuka Bimtek untuk alumni dalam memperkuat Brigade Pangan. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) kembali mengirimkan lulusan terbaiknya untuk mengabdi kepada masyarakat melalui program Alumni Mengabdi. Sebanyak 34 alumni akan diterjunkan ke 18 kabupaten di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program ini salah satu bentuk komitmen Polbangtan Malang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementerian Pertanian dalam mendukung program strategis nasional, khususnya penguatan Brigade Pangan yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.

Advertisement

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat penting dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Swasembada pangan hanya bisa terwujud jika kita menyiapkan SDM pertanian yang tangguh, inovatif, dan berjiwa wirausaha. Brigade Pangan adalah ujung tombak, dan saya bangga melihat semangat para peserta yang siap mengabdi untuk bangsa,” ujar Mentan.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, dalam salah satu pernyataannya, menekankan pentingnya Brigade Pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Brigade pangan adalah salah satu kunci dalam regenerasi sekaligus ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan. Maka sangat penting untuk mendorong agar lahir brigade pangan yang kuat,” ujarnya.

Direktur-Polbangtan-Malang-Setya-Budhi-2.jpg

Sebelum diberangkatkan pada 20 September 2025, para alumni terlebih dahulu mengikuti Bimbingan Teknis pada 17–19 September 2025 yang dibuka langsung oleh Direktur Polbangtan Malang. Bimtek tersebut membekali alumni dengan materi teknis, sosial, dan manajerial agar siap mendampingi masyarakat di daerah penugasan.

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, menegaskan bahwa alumni siap mengabdi di kawasan sentra pangan.

“Alumni Polbangtan Malang tidak perlu ragu menghadapi kondisi di lapangan. Dengan restu orang tua dan bekal ilmu yang cukup, kalian siap membaur bersama pendamping dan Brigade Pangan. Penugasan di Sumatera Barat, Riau, dan NTB akan menjadi kesempatan berharga untuk mengajak lebih banyak generasi muda bergabung memperkuat sentra pangan nasional,” ujarnya.

Sejak diluncurkan empat tahun lalu, program Alumni Mengabdi terus hadir mendukung petani di berbagai daerah melalui pendampingan intensif dan penerapan inovasi pertanian. Dengan diterjunkannya 34 alumni di lokasi Brigade Pangan di Sumatera Barat, Riau, dan NTB, diharapkan kontribusi nyata mereka semakin memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan (NR)

Dengan diterjunkannya 34 alumni di lokasi Brigade Pangan di Sumatera Barat, Riau, dan NTB, diharapkan lahir kontribusi yang semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia