Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa Unisma Pasang Rambu Evakuasi untuk Mitigasi Bencana di MAN Kota Batu

Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang tergabung dalam program Praktik Belajar Lapangan (PBLI) dan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian di MAN Kota Batu

TIMES Indonesia,
Mahasiswa Unisma Pasang Rambu Evakuasi untuk Mitigasi Bencana di MAN Kota Batu
Program Mahasiswa PBLI KSM Unisma Malang melakukan pemasangan rambu jalur evakuasi di sejumlah titik strategis sekolah di MAN Kota Batu
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang tergabung dalam program Praktik Belajar Lapangan (PBLI) dan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian di MAN Kota Batu, Senin (15/9/2025).

Program ini dirancang tidak hanya untuk memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya mitigasi bencana.

Advertisement

Salah satu bentuk nyata dari kegiatan tersebut adalah pemasangan rambu jalur evakuasi di sejumlah titik strategis sekolah. Rambu tersebut dibuat untuk memberikan petunjuk arah jalan keluar dan lokasi titik kumpul yang aman apabila terjadi keadaan darurat seperti gempa bumi maupun kebakaran. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan siswa dan seluruh warga sekolah.

Ketua koordinasi KSM, Nadean, menjelaskan bahwa proses pembuatan hingga pemasangan rambu tidak berjalan mulus begitu saja. Menurutnya, koordinasi dengan pihak sekolah terutama guru Sarana dan Prasarana harus dilakukan berulang kali agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Beberapa kali kami harus berkoordinasi dengan pihak guru Sarana dan Prasarana agar tidak terjadi kesalahpahaman dari awal hingga akhir kegiatan,” ungkap Nadean saat ditemui setelah kegiatan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Mahasiswa PBLI Unisma memilih beberapa sudut sekolah yang dinilai paling tepat untuk dipasang rambu. Lokasi tersebut meliputi jalur keluar utama, lorong penghubung antar kelas, hingga area lapangan sekolah yang ditetapkan sebagai titik kumpul. Dengan adanya rambu tersebut, diharapkan siswa dan tenaga pendidik tidak mengalami kebingungan ketika harus melakukan evakuasi darurat.

Advertisement

Selain pemasangan rambu jalur evakuasi, mahasiswa juga memberikan kontribusi lain berupa pembuatan papan nama ruang di lingkungan sekolah. Beberapa ruangan yang kini dilengkapi dengan papan nama baru antara lain ruang UKS, ruang BK, ruang komite, dan area parkir. Kehadiran papan nama ini bertujuan untuk memudahkan identifikasi ruangan serta menambah kerapian tata ruang sekolah.

Upaya mahasiswa Unisma tersebut mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. Kehadiran rambu jalur evakuasi dan papan nama ruang dinilai bermanfaat tidak hanya untuk keperluan jangka pendek, tetapi juga untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dalam jangka panjang. “Kami berharap rambu dan papan nama yang dibuat dapat bermanfaat jangka panjang bagi sekolah,” tambah Nadean.

Program KSM di MAN Kota Batu ini menjadi salah satu contoh nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran kebencanaan di lingkungan pendidikan. Mitigasi bencana di sekolah memiliki peranan penting mengingat siswa merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Dengan adanya sarana pendukung seperti rambu evakuasi, diharapkan sekolah lebih siap menghadapi situasi darurat.

Tidak hanya itu, program ini juga sejalan dengan misi pendidikan nasional yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bencana. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan KSM di MAN Kota Batu, mahasiswa Unisma berharap jejak pengabdian mereka dapat terus dirasakan manfaatnya oleh sekolah. Baik siswa maupun tenaga pendidik kini memiliki sarana pendukung yang lebih memadai, mulai dari rambu evakuasi hingga papan nama ruang yang jelas dan tertata.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang peduli terhadap keselamatan dan kenyamanan lingkungan pendidikan. Mitigasi bencana yang diterapkan di sekolah menjadi modal penting dalam menciptakan generasi yang tanggap, peduli, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia