Advertisement
Indonesia Positif

Universitas Primakara Bali Kembangkan Ekowisata Berkelanjutan di Desa Aan dengan Sentuhan Digital

Desa Aan, yang terletak di Kabupaten Klungkung, Bali, kini tengah mengembangkan potensinya sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan yang kuat akan akar budaya lokal. Dalam upaya ini, Universitas Primakara bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata

TIMES Indonesia,
Universitas Primakara Bali Kembangkan Ekowisata Berkelanjutan di Desa Aan dengan Sentuhan Digital
Tim Ahli Universitas Primakara memberikan pelatihan berbasis praktik untuk meningkatkan kualitas pariwisata desa. (Foto: Universitas Primakara for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BALI Desa Aan, yang terletak di Kabupaten Klungkung, Bali, kini tengah mengembangkan potensinya sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan yang kuat akan akar budaya lokal. Dalam upaya ini, Universitas Primakara bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Aan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025, yang didanai oleh Kemendikbudristek skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 sebesar Rp.44.225.000..

Program yang dimulai Juli 2025 dan akan berlangsung hingga Desember 2025 ini fokus pada peningkatan kapasitas Pokdarwis melalui pelatihan intensif.

Advertisement

Tim ahli Universitas Primakara membekali Pokdarwis dengan keterampilan modern, meliputi manajemen wisata, pembuatan panduan wisata, pemasaran digital, penentuan harga paket wisata, serta penanganan situasi darurat di lokasi wisata.

I Nyoman Kariasa, Ketua Pokdarwis Desa Aan, menyambut baik kerja sama ini. "Dengan bimbingan dari Universitas Primakara, kami yakin bisa mengelola desa wisata ini lebih profesional dan memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya, pada Jumat (19/9/2025).

Tim ahli yang terlibat terdiri dari Made Irma Dwiputranti, I Gusti Agung Prabandari Tri Putri, dan I Putu Buda Suyasa, bersama mahasiswa Maria Gratiani dan Muntoha Surya.

Mereka memberikan pelatihan berbasis praktik untuk meningkatkan kualitas pariwisata desa. Hasil nyata program ini adalah buku panduan wisata, dokumen harga paket, konten promosi digital, dan website desa wisata aktif yang siap menarik pengunjung lokal dan internasional.

Made Irma Dwiputranti, Ketua Tim PKM, menyatakan tujuan utama adalah memastikan Pokdarwis Desa Aan mampu mengelola ekowisata secara profesional.

Advertisement

"Dengan begitu, Pokdarwis dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan promosi potensi desa secara berkelanjutan," terangnya.

Desa Aan sendiri memiliki atraksi menarik seperti Aan Secret Waterfall, Petapan Park, dan Bukit Batu Kembar, serta kegiatan spiritual seperti Melukat di Mata Air Pesiraman.

Dengan visi menjadi destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan komunitas yang berkelanjutan, Desa Aan berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan melestarikan kearifan lokal.

Universitas Primakara berharap program ini dapat berlanjut dengan dukungan berkelanjutan, terutama dalam pemeliharaan website dan pengembangan strategi promosi digital untuk meningkatkan visibilitas Desa Aan di tingkat global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia