Advertisement
Indonesia Positif

Percik Extravaganza 2025, Konser Musik Lintas Generasi Satukan Harmoni

Yayasan Perguruan Cikini (Percik) merayakan perjalanan panjang berdirinya Yayasan selama 83 tahun dengan harmonisasi orkestra musik pada Senin (21/9/2025) kemarin.

TIMES Indonesia,
Percik Extravaganza 2025, Konser Musik Lintas Generasi Satukan Harmoni
Kegiatan Percik Extravaganza. (FOTO: dok. Percik for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Yayasan Perguruan Cikini (Percik) merayakan perjalanan panjang berdirinya Yayasan selama 83 tahun dengan harmonisasi orkestra musik pada Minggu (21/9/2025) kemarin. 

Musik-musik tempo dulu hingga kini tersaji istimewa dalam konser Percik Extravaganza 2025 lewat kepiawaian musisi-musisi belia siswa siswi Percik yang dapat menyatukan hati lintas generasi.

Advertisement

Melalui konser musikal Percik Extravganza 2025 yang digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, siswa-siswi dari beragam unit pendidikan Yayasan Percik mampu membius penonton dengan karya tempo dulu bertajuk Ritmos Sin Fronteras yang dipimpin Adi Putra sebagai Conductor, Hudiwitanti Hudoro sebagai Chorus Master, Yusra Irsal sebagai Concert master, serta Gilang Ramdhanidiansyah sebagai Audio Producer.

Para penampil dalam konser Extravaganza 2025 terdiri atas: Perguruan Cikini Symphony Orchestra, SD Percik Choir, SMP Percik Choir, SMA & SMK Percik Choir, TjiCho, SMA 1 Percik Dancer, SMA 2 & SMK 3 Percik Dancer, SMM Voice’s, SMM Guitar Ensemble, Solo Vokal Thedosius Naldo, Gavrila Abigail, Laguna Benaya.

Kegiatan-Percik-Extravaganza-b.jpg

"Percik Extravaganza 2025 bertemakan Ritmos Sin Fronteras yang artinya ritme melaju menembus batas, sehingga di mana ada kehidupan di sana ada musik meski karakter dan segala sesuatunya selalu berubah sesuai generasi. Sekarang ini kami menampilkan karya-karya dari tahun 1600-an yang diaransemen aranger dari generasi alfa (2010-2025) tapi kita bisa menikmati," kata Direktur Dikdasmen YPC selaku Production Director Susianto kepada awak media usai pertunjukan.

Selain itu, ia juga menjelaskan pertunjukan Percik Extravaganza 2025 ini menyampaikan pesan bahwa bermusik mengajarkan banyak hal, mulai dari bagaimana anak-anak ini bersosialisasi, berempati dengan sesama, bagaimana mereka memberikan telinganya untuk mendengar kanan dan kiri tidak hanya diri sendiri. 

Advertisement

"Dengan adanya konser ini diharapkan anak-anak secara berkelanjutan bisa dididik dengan baik mengenai karakter, mentalitas, tenggang rasa mereka terhadap teman-temannya. Ini sebagai satu wahana memang untuk mendidik ke sana," pungkas Susiyanto.

Pada momen konser Extravaganza 2025 ini juga diberikan apresiasi serta piagam penghargaan kepada keluarga dari Alm Hari Poerwanto yang telah berpulang, salah seorang pimpinan dan guru musik senior atas dedikasinya mengabdi di Yayasan Percik.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia