Advertisement
Indonesia Positif

Pupuk Kaltim Asah Skill Multimedia dan Public Speaking UMKM Binaan di Samarinda

Dorong peningkatan daya saing UMKM agar lebih berdaya saing, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar pelatihan multimedia promosi dan public speaking bagi mitra binaan di Kota Samarinda. Kegiatan ini salah satu bentuk komitmen perusahaan

TIMES Indonesia,
Pupuk Kaltim Asah Skill Multimedia dan Public Speaking UMKM Binaan di Samarinda
Peserta diajak langsung praktek bagaimana membuat konten media sosial dalam pelatihan (Foto: PKT For TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONTANG Dorong peningkatan daya saing UMKM agar lebih berdaya saing, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar pelatihan multimedia promosi dan public speaking bagi mitra binaan di Kota Samarinda. Kegiatan ini salah satu bentuk komitmen perusahaan memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, sekaligus memperluas daya jangkau pemasaran produk di tengah derasnya digitalisasi. 

Pelatihan diikuti 30 pelaku usaha binaan dari berbagai sektor, menggandeng Lembaga Pelatihan El-Rahma Education Center Samarinda. Melalui pelatihan ini, mitra binaan didorong mampu membuka perspektif baru akan pentingnya multimedia promosi dan public speaking, sebagai sarana membangun brand image dan meningkatkan daya saing produk.

Advertisement

"Melalui pendekatan berbasis peningkatan kapasitas dan kompetensi, Pupuk Kaltim berharap UMKM binaan makin unggul dengan promosi yang lebih efektif, serta pengelolaan komunikasi yang profesional dalam memasarkan produk ke masyarakat," ungkap Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, Jumat (19/9/2025). 

Peserta-diajak-langsung-praktek-B.jpg
Narasumber yang kompeten dihadirkan untuk memudahkan pelaku UMKM binaan Pupuk Kaltim dalam memasarkan produk (Foto: PKT For TIMES Indonesia)

Dijelaskan Lendl, peningkatan daya saing dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan merupakan salah satu fokus Pupuk Kaltim dalam pembinaan UMKM lokal. Dimana tantangan terbesar UMKM saat ini bukan hanya soal menghasilkan produk berkualitas, tetapi bagaimana produk dapat diterima baik oleh pasar yang semakin kompetitif.

Selain itu perkembangan teknologi digital, turut membawa perubahan besar pada pola konsumsi masyarakat. Dimana konsumen lebih terhubung melalui platform digital, sekaligus responsif terhadap konten multimedia yang menarik, interaktif dan mudah diakses. Kondisi ini menuntut UMKM lebih kreatif membangun komunikasi pemasaran, baik melalui media sosial, website, maupun platform digital lainnya. 

"Tanpa kemampuan komunikasi dan strategi promosi yang tepat, produk yang bagus pun bisa kalah saing. Makanya keterampilan ini kami bekali, agar UMKM binaan tidak hanya mampu menghasilkan produk unggulan, tetapi juga piawai mengkomunikasikan nilai produk ke konsumen," terang Lendl. 

Advertisement

Melalui pelatihan ini, UMKM binaan diharap memiliki keterampilan menghasilkan konten multimedia yang mampu menarik perhatian pasar. Selain itu, kemampuan public speaking juga sangat membantu saat mempresentasikan produk di hadapan pembeli, maupun media promosi layaknya pameran dengan membangun narasi secara meyakinkan. 

Pelatihan ini pun kata Lendl, bukan kegiatan sekali jalan. Namun bagian dari ekosistem pendampingan berkelanjutan Pupuk Kaltim dalam menciptakan UMKM yang mandiri, tangguh dan berdaya saing tinggi. Langkah ini selaras dengan strategi besar Pupuk Kaltim mendukung pencapaian SDGs, sesuai prinsip ESG untuk berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara signifikan.

"Ketika UMKM maju dan berkembang, niscaya akan menciptakan dampak positif lainnya di masyarakat. Baik penciptaan lapangan kerja baru, maupun peningkatan perekonomian daerah. Inilah sasaran utama pembinaan Pupuk Kaltim, agar pelaku usaha lokal makin mandiri dan tumbuh berdaya saing," tutur Lendl.

Mewakili Pemkot Samarinda, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, Jusmaramdhana Alus, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pupuk Kaltim mendukung pengembangan UMKM daerah. Menurutnya, program pelatihan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, terutama dalam menghadapi persaingan di era digital.

Menurut dia, selama ini banyak UMKM Samarinda yang memiliki produk bagus, tetapi terkendala promosi untuk meningkatkan peluang pasar. Makan dengan pelatihan ini, pelaku usaha tidak hanya belajar meningkatkan kualitas komunikasi, tetapi juga memahami cara memanfaatkan teknologi digital agar produk lebih dikenal luas. 

"Kami melihat program Pupuk Kaltim ini mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM di Samarinda. Utamanya upaya menjangkau audiens dengan lebih luas, serta memungkinkan interaksi lebih besar bersama calon konsumen dibanding media tradisional," ungkap dia.

Dirinya menegaskan, Pemkot Samarinda sangat terbuka terhadap kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Diungkapkannya, UMKM adalah penggerak utama ekonomi daerah yang harus mendapat dukungan pada berbagai aspek, termasuk penguatan kapasitas, inovasi dan digitalisasi. 

Untuk itu, dirinya pun berharap pelatihan seperti ini terus diperluas, dengan menjangkau lebih banyak pelaku usaha, agar UMKM makin mampu beradaptasi dengan era digital untuk peningkatan daya saing dalam meraup potensi pasar. 

“Kami meyakini sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat akan membawa dampak lebih besar bagi kemajuan UMKM lokal. Kami harap kegiatan ini bisa berkesinambungan, agar UMKM Samarinda semakin mandiri, kreatif serta mampu memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” pungkas dia.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia