Advertisement
Indonesia Positif

Pemkab Sleman Kukuhkan Parmilah Harda Kiswaya sebagai Bunda Literasi 2025–2030

Pemerintah Kabupaten Sleman resmi mengukuhkan Parmilah, S.E., atau Parmilah Harda Kiswaya, sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sleman periode 2025–2030.

TIMES Indonesia,
Pemkab Sleman Kukuhkan Parmilah Harda Kiswaya sebagai Bunda Literasi 2025–2030
Bupati Sleman, Harda Kiswaya kukuhkan Parmilah Harda Kiswaya, sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sleman periode 2025–2030 (FOTO: Pemkab Sleman for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SLEMAN Pemerintah Kabupaten Sleman resmi mengukuhkan Parmilah, S.E., atau Parmilah Harda Kiswaya, sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sleman periode 2025–2030. Pengukuhan dilakukan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bertepatan dengan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip di Pendopo Parasamya, Kamis (25/9/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Harda menegaskan bahwa pengukuhan Bunda Literasi merupakan langkah strategis memperkuat budaya baca sejak dari keluarga. Ia berharap peran Bunda Literasi mampu mendorong tumbuhnya generasi Sleman yang cerdas, kreatif, kritis, dan berkarakter.

Advertisement

“Tugas Bunda Literasi bukan hal ringan. Tetapi dengan sinergi pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat, saya yakin gerakan literasi Sleman akan semakin pesat,” ujar Harda.

Peran Bunda Literasi dalam Masyarakat

Parmilah menegaskan komitmennya untuk aktif mengampanyekan gemar membaca di Sleman. Menurutnya, Bunda Literasi bukan hanya simbol, tetapi juga teladan dalam menumbuhkan budaya membaca di keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

“Saya siap mendukung program literasi daerah dan bersinergi dengan Dinas Perpustakaan dalam mengembangkan gerakan literasi serta pemberdayaan masyarakat,” kata Parmilah.

Bantuan Pojok Baca dan Penghargaan

Advertisement

Selain pengukuhan, Pemkab Sleman juga menyerahkan bantuan Pojok Baca berupa rak, buku, dan bahan pengolahan kepada delapan titik di kalurahan dan padukuhan: Wonosalam, Trimulyo, Balecatur, Tempel, Sidomulyo, Condongcatur, Wedomartani, dan Ambarketawang.

Tak hanya itu, penghargaan diberikan kepada pengunjung perpustakaan yang dinilai inspiratif dan berdedikasi. Pasangan Sukardi & Surti meraih predikat Pengunjung Inspiratif, Aliffia Yolandari menerima penghargaan Pengunjung Berdedikasi, dan Rizky Drupadi ditetapkan sebagai Pengunjung Cendekia.

Lewat pengukuhan Bunda Literasi, penyaluran bantuan Pojok Baca, serta pemberian penghargaan, Pemkab Sleman menegaskan komitmennya memperluas akses bacaan dan menumbuhkan budaya literasi hingga ke pelosok desa, sekolah, dan komunitas masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A. Tulung
PenulisA. TulungSarjana Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Tahun 2006 dan Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia