Advertisement
Indonesia Positif

Menyatu Dalam Hening, Midtown Hotel Surabaya Gelar Yoga dengan Teman Tuli

Olahraga Yoga untuk kali pertama diperkenalkan kepada teman-teman disabilitas tuli melalui kegiatan bertajuk "Yoga for Deaf” di Hotel Midtown Residence Surabaya, Jalan Raya Ngagel, Sabtu (27/9/2025)

TIMES Indonesia,
Menyatu Dalam Hening, Midtown Hotel Surabaya Gelar Yoga dengan Teman Tuli
20 peserta mengikuti Yoga For Deaf yang diselenggarakan Midtown Connect dari Midtown Hotels Indonesia untuk merayakan satu tahun program “Kopi Tutur Rasa”, Sabtu (27/9/2025).(FOTO: Hamida Soetadji/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Olahraga Yoga untuk kali pertama diperkenalkan kepada teman-teman disabilitas tuli melalui kegiatan bertajuk "Yoga for Deaf”. Acara tersebut diikuti 20 peserta dari teman tuli, dilaksanakan di sisi kolam renang tertinggi di area Surabaya Selatan, Hotel Midtown Residence Surabaya, Jalan Raya Ngagel, Sabtu (27/9/2025).

Tepat pukul lima sore, semua peserta teman tuli sudah siap di atas matras yang sudah digelar dan sesuai nama masing-masing.

Advertisement

Perlahan gerakan yoga dimulai dari pemanasan dengan pose twisting, side bend dan butterfly.  Peserta teman tuli mulai terlihat semakin antusias saat mengikuti gerakan-gerakan yoga untuk pertama kalinya.

Mulai gerakan inti seperti low lunger with blending and twisting dengan gerakan kombinasi dan beragam, hingga ditutup dengan gerakan pendinginan yaitu bergaya childpose.

Semua gerakan yoga tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan fleksibilitas tubuh.

“Seru dan menyenangkan bisa berkesempatan mengajari gerakan yoga tersebut ke teman tuli, mereka penuh semangat dan fokus mengikuti semua gerakan," ungkap instruktur yoga, coach Noy yang untuk pertamakalinya mengajar kelas yoga bersama teman Tuli. 

Yoga-For-Deaf-2.jpg

Noy mengaku sempat kesulitan pada 10 menit awal. Ia sedikit kesusahan mengarahkan gerakan yoga, meskipun ada pendamping juru bahasa isyarat.

“Sepuluh menit awal menyatukan gerakan sesuai  intruksi agak susah, tidak lama  mereka sudah bisa mengikuti gerakan selanjutnya dan ini merupakan gerakan yoga dasar. Selama memberikan intruksi saya didampingi juru bahasa isyarat,” tuturnya.

Satu orang yang mendampingi instruktur, Shafa dari Kitasetara Foundation sekaligus menjadi juru bahasa isyarat mendampingi coach Noy.

Sesekali coach Noy juga menghampiri dan mengarahkan kepada peserta yoga dalam mempraktikkan gerakan yang tepat secara langsung.

Sofhia  salah satu peserta yoga mengatakan, ia sangat antusias sekali mengikuti kelas yoga. Tidak hanya bagian tubuh saja yang merasakan kesegaran, otak dan pikirannya juga segar dan membuat ia semangat kembali. 

Selama mengikuti kelas yoga ia didampingi ibunya, Nila. Sang ibu bercerita, kelas yoga ini sangat menyenangkan dan ini adalah pengalaman pertama kali bagi  anaknya. 

“Sofhia baru pertama kali ikut dan ia sangat antusias dengan kelas ini. Sehari sebelum pelaksanaa yoga, Sofhia mempersiapkan diri,” ujar Nila. 

Kegiatan ini sekaligus merupakan rangkaian merayakan program Midtown Connect dari Midtown Hotels Indonesia berjudul “Kopi Tutur Rasa” yang sudah setahun memberikan ruang dan waktu kepada teman disabilitas tuli. Keren dan sangat menginspirasi, bukan? (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia