Advertisement
Indonesia Positif

Kabag Kesra Jember Minta Masyarakat Laporkan Oknum Pungli Insentif Guru Ngaji

Ahmad Khisol menjadi salah satu di antaranya 59 penerima honor guru ngaji yang mengantre di Balai Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, pada Jumat (3/10/2025) siang.

TIMES Indonesia,
Kabag Kesra Jember Minta Masyarakat Laporkan Oknum Pungli Insentif Guru Ngaji
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Ahmad Khisol menjadi salah satu di antaranya 59 penerima honor guru ngaji yang mengantre di Balai Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, pada Jumat (3/10/2025) siang.

Advertisement

Baru saja datang, pria yang berusia 24 tahun itu tak perlu menunggu lama untuk segera menyelesaikan sejumlah administrasi, lalu pulang dengan membawa pulang uang sebesar Rp1,5 juta.

"Pengambilan insentif guru ngaji ini sangat cepat, bahkan tidak sampai lima menit," kata pria kelahiran 2001 itu.

Jelas, dia mengaku senang dan berharap semua guru ngaji merasakan manfaatnya.

"Alhamdulillah, insentif ini sangat membantu kesejahteraan guru ngaji, khususnya seperti saya yang tidak punya pekerjaan tetap," lanjutnya.

Atas upaya pemerintah yang memberikan insentif guru ngaji dengan terhormat dan cepat, warga Balung Kidul itu benar-benar berterima kasih dan mengapresiasi Pemkab Jember.

Advertisement

Dia berharap, insentif guru ngaji itu dapat berlangsung dalam waktu yang lama.

"Tidak hanya tahun ini, tetapi juga tahun-tahun berikutnya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin menjelaskan bahwa pemberian atau penyerahan honorarium guru ngaji tahap pertama sudah menyasar sebanyak 15.175 guru ngaji yang meliputi 23 kecamatan.

Sementara untuk 8 kecamatan sisanya, diserahkan secara bertahap setiap hari sejak 1 Oktober 2025.

"Hari ini bertempat di Kecamatan Balung," lanjutnya," imbuhnya.

Sesuai dengan arahan bupati, Hafid menerangkan bahwa honorarium guru ngaji diserahkan secara terhormat di balai desa masing-masing.

Jadi, para guru ngaji tak perlu mengantre dan datang ke bank.

"Alhamdulillah, untuk penyaluran guru ngaji tidak ada kendala signifikan, memang ada beberapa isu. Kami sampaikan isu dan itu tidak benar," tegasnya. Yakni, terkait dengan pungutan liar.

Namun, apabila nantinya ada orang yang mengatasnamakan apapun meminta imbalan kepada guru ngaji lantaran merasa berjasa mengusulkan segala macam, Hafid menegaskan bahwa hal semacam itu sama sekali tidak ada.

"Mohon pada guru ngaji tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada siapapun. Bila ada oknum yang memanfaatkan momen ini, segera melapor," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia