Advertisement
Indonesia Positif

EKKA OSN 2025 Lahirkan Talenta AI Terbaik Indonesia

Gelaran perdana Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA), dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025, berhasil melahirkan talenta muda terbaik Indonesia

TIMES Indonesia,
EKKA OSN 2025 Lahirkan Talenta AI Terbaik Indonesia
Pemberian medali untuk para pemenang dalam Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial OSN 2025. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Gelaran perdana Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA), dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025, berhasil melahirkan talenta muda terbaik Indonesia di bidang Artificial Intelligence (AI). Ajang yang berlangsung sejak 7 - 9 Oktober ini sekaligus menandai langkah baru Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis kecerdasan buatan.

Dari 1.367 peserta dari 32 provinsi, sebanyak 30 finalis bersaing di babak terakhir. Hasilnya, 2 orang berhasil menyabet 2 medali emas, 4 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Advertisement

Staf Khusus Menteri (SKM) Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, menegaskan bahwa ajang ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan potensi pelajar Indonesia di bidang AI.

“Ini sebuah dukungan yang penting bagi kami di kementerian, karena pendidikan bermutu untuk semua itu selain harus inklusif, juga harus adaptif dan partisipatif. Saya bersyukur ada partner-partner kita seperti Paragon yang mendukung acara ini,” ujarnya.

Muchlas menyoroti bahwa sebagian besar peserta yang berprestasi adalah pelajar autodidak. Hal ini membuktikan potensi besar yang perlu lebih diberdayakan pemerintah.

“Dengan potensi yang belum kita treatment dari pemerintah, ini luar biasa. Kita sudah menyiapkan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan yang dimulai Juli ini, dan sudah ada 11.347 sekolah yang tercatat di Dapodik. Artinya kita perlu penguatan terus, tapi ekshibisi ini jadi dorongan penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan AI di sekolah dilakukan melalui tiga pendekatan: internet-based, plug-based, dan unplug-based. Model unplug dinilai penting karena tidak memerlukan internet atau listrik, sehingga bisa menjangkau sekolah dengan keterbatasan infrastruktur.

Advertisement

“Kalau kemarin kita di Olimpiade AI baru perak, maka insya Allah tahun depan kita siapkan emas,” tambahnya optimistis.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyatakan bahwa para juara EKKA 2025 akan diseleksi kembali bersama peraih prestasi dari bidang informatika dan matematika untuk kemudian menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

“Mereka akan dibina dalam Pelatnas sebelum dikirim ke Olimpiade Internasional. Pelatnas biasanya berlangsung satu bulan secara luring, sisanya bisa daring, dengan pengajar dari dalam negeri,” jelasnya.

Maria menambahkan bahwa pembinaan ini penting agar keberlanjutan prestasi dan pengembangan talenta AI tidak berhenti di level nasional.

EKKA 2025 menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya AI masuk dalam perhelatan OSN. Selain memperlihatkan kualitas anak muda Indonesia di bidang teknologi, ajang ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi transformasi digital global.

Dengan munculnya nama-nama peraih medali dari berbagai daerah, Indonesia diyakini memiliki basis talenta AI yang kuat. Tantangan berikutnya adalah memberikan ruang, dukungan, dan pembinaan berkelanjutan agar mereka bisa berkontribusi tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga internasional.

Berikut ini adalah peraih medali dalam Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA), dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025.

Peraih Medali Emas:

1. Nicholas Ardi Tirta

2. Zafran Prayata Wiza

 

Peraih Medali perak:

1. Hamid Satria Ibrahim

2. Loselen Luari Jonanda

3. Desmond Elvis

4. Farzan Akhtar Fakhir.

 

Peraih medali perunggu:

1. Aryabima Pratama Brata

2. Muhammad Bhre Zidane

3. Jesselyn Nadya Rosalia Yuwana

4. Kenneth Lie

5. Arya Die Irham

6. Axelleon Reinhart Tandani. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia