Advertisement
Indonesia Positif

Dukung World Rabies Day 2025, FKH UB Gandeng Kasetsart University Thailand

- Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) memperkuat internasionalisasi kampus melalui program pengabdian masyarakat lintas negara. Dalam momentum World Rabies Day 2025, tim FKH UB melaksanakan kegiatan pengabdian internasional di Th

TIMES Indonesia,
Dukung World Rabies Day 2025, FKH UB Gandeng Kasetsart University Thailand
Tim Dokar FKH UB bersama mahasiswa dan tim pelaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat dari FVM KU. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) memperkuat internasionalisasi kampus melalui program pengabdian masyarakat lintas negara. Dalam momentum World Rabies Day 2025, tim FKH UB melaksanakan kegiatan pengabdian internasional di Thailand sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Faculty of Veterinary Medicine, Kasetsart University (FVM KU) Thailand.

Kegiatan ini digelar pada 26–28 September 2025 melalui program Dosen Berkarya (DOKAR). Fokus utamanya adalah penanganan dan pengendalian rabies, sekaligus menjajaki kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Advertisement

Puncak kegiatan ini diwujudkan melalui aksi kemanusiaan bertajuk “Pet Animal Vaccinations and Animal Health Check-up” yang melibatkan mahasiswa dan dosen FVM KU. Program ini memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat sekitar, meliputi:

1. Vaksinasi Rabies Gratis: Sebanyak 300 dosis vaksin rabies untuk anjing dan kucing disalurkan oleh tim FKH UB.

2. Pemeriksaan Kesehatan Hewan: Pelayanan kesehatan menyeluruh bagi hewan peliharaan.

3. Pemasangan Microchip: Layanan pemasangan microchip gratis untuk identifikasi dan pendataan hewan.

Selain itu, FKH UB juga menyalurkan bantuan alat medis serta leaflet edukatif guna meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya rabies. Kegiatan teknis di lapangan dilakukan secara kolaboratif oleh mahasiswa FVM KU di bawah supervisi dosen pendamping, menciptakan pertukaran pengetahuan yang bernilai tinggi.

Advertisement

Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie A.P., M.Biotech, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi terhadap kesehatan global.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang pertukaran ilmu, tetapi juga tentang kontribusi nyata dunia akademik dalam mencegah penyebaran penyakit zoonosis dan melindungi kesehatan masyarakat dunia,” ujarnya.

Selain kegiatan lapangan, delegasi FKH UB yang dipimpin oleh drh. Dini Agusti Paramanandi, M.Si. juga melakukan pertemuan resmi dengan jajaran pimpinan FVM KU dan tim International Office Kasetsart University. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, antara lain: Student & Staff Exchange, Joint Research & Joint Publication, dan Joint Degree dan Double Degree Program

Kedua universitas sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut menjadi agenda konkret dalam waktu dekat, termasuk potensi penyelenggaraan konferensi internasional bersama.

Kemitraan strategis ini menjadi bagian dari dukungan terhadap SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Sinergi internasional ini memperkuat posisi FKH UB sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi global, namun tetap berpijak pada kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambah Dyah Ayu.

Kunjungan kerja FKH UB ke Thailand tidak hanya memperluas jejaring akademik di tingkat global, tetapi juga menjadi bukti bahwa kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui program ini, FKH UB menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan kolaborasi internasional yang berdampak pada peningkatan kompetensi mahasiswa, reputasi institusi, serta kesehatan masyarakat global.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dari banyak inisiatif lintas negara yang memperkuat kontribusi Indonesia di dunia kedokteran hewan internasional,” tutup Dyah Ayu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia