Advertisement
Indonesia Positif

Terima Insentif, Guru Ngaji di Sukorambi Berbagi untuk Kepentingan Santri

Program insentif bagi guru ngaji yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember disambut gembira oleh para pengajar agama.

TIMES Indonesia,
Terima Insentif, Guru Ngaji di Sukorambi Berbagi untuk Kepentingan Santri
Ustadz Ahmad Fauzan, saat melakukan proses penerima Insentif guru ngaji di Balai Desa Sukorambi, kecamatan Sukorambi. (FOTO: M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Program insentif bagi guru ngaji yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember disambut gembira oleh para pengajar agama.

Advertisement

Salah satunya adalah Ustaz Ahmad Fauzan (40), seorang guru ngaji di Dusun Krajan, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi.

Ia mengatakan bahwa insentif yang ia terima tidak akan digunakan untuk keperluan pribadi, melainkan disalurkan kembali untuk mendukung kegiatan para santrinya.​

Ustaz Ahmad Fauzan menjelaskan bahwa profesinya sebagai guru ngaji merupakan pengabdian murni dan ia tidak menerima honor atau gaji.

"Saya telah mengabdi sebagai pengajar agama sejak tahun 2004," katanya, Kamis (16/10/2025).

Selain mengajar di musala dan TPQ Dusun Krajan, ia juga memiliki usaha sampingan ternak bebek

Advertisement

​Saat ditanya mengenai perasaannya setelah menerima insentif dari Bupati, Ustaz Ahmad Fauzan menyatakan bahagia dan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Jember.

​"Harapan kepada bupati, khususnya agar bidang pendidikan dapat lebih maju dan lebih sukses ke depannya, terutama bagi para santri," ungkapnya.​

​Ia menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan diambil sepenuhnya olehnya sebagai guru ngaji, namun akan dikembalikan untuk kepentingan para santri.

"​Saat ini, saya mengajar sekitar 15 santri untuk mengaji malam dan sekitar 40 santri untuk TPQ/siang," tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia