Pemindahan Penyaluran Insentif Guru Ngaji Dinilai Efektif
Kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait memindahkan lokasi penyaluran insentif guru ngaji dari bank ke balai desa, dinilai efektif.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER –
Kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait memindahkan lokasi penyaluran insentif guru ngaji dari bank ke balai desa, dinilai efektif.
Kebijakan yang mulai diterapkan di Desa Tugu Sari, Bangsalsari ini dianggap solusi yang berorientasi pada penghormatan dan kemudahan akses bagi para penerima insentif.
Menurut Kepala Urusan Kesejahteraan (Kaur Kesra) Desa Tugu Sari, Ahmad Saidi, metode penyaluran di balai desa memudahkan para penerima.
Sebelumnya, pengambilan dana di bank di Kecamatan Tanggul, yang berjarak cukup jauh, memaksa mereka mengantre berjam-jam, bahkan sejak dini hari pukul 02.00 WIB atau subuh.
"Antrean luar biasa panjang, melelahkan. Ada yang tidak berhasil cair dan harus kembali besoknya. Ini sangat memberatkan," tegas Ahmad Saidi.
Kini, dengan skema di balai desa, guru ngaji merasa lebih terhormat, tanpa perlu lagi menanggung beban perjalanan jauh dan antrean yang tidak manusiawi.
"Alhamdulillah gus bupati luar biasa. Proses penyaluran kini di desa. Mereka tidak perlu antre panjang," ujarnya.
Meski proses penyaluran telah membaik, Desa Tugu Sari mencatat total 110 penerima insentif yang terdata dan diverifikasi (termasuk 2 P3N dan 108 guru ngaji) dari lima dusun.
Jumlah ini masih dinilai belum memadai. Data validasi desa menunjukkan total ideal guru ngaji adalah 144 orang.
Artinya, masih ada 34 guru ngaji yang belum mendapatkan haknya.
Ahmad Saidi mendesak pemerintah agar segera memperjuangkan alokasi bagi 34 guru ngaji Tugu Sari yang belum ter-cover tersebut pada tahun anggaran berikutnya.
Camat Bangsalsari, Bambang Erwin, membenarkan bahwa inisiatif ini sangat disambut baik.
"Para guru ngaji tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke Jember. Proses pelaksanaannya lancar," kata Bambang.
Ia menekankan bahwa pendekatan pelayanan ini merupakan langkah maju dari Pemkab Jember.
"Ini adalah wujud inisiatif dan upaya gus bupati untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat penerima insentif," pungkasnya.
Secara keseluruhan di Kecamatan Bangsalsari, total insentif disalurkan kepada 1.184 guru ngaji yang tersebar di 11 desa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


