Inovasi Tim Riset UB: Air Wudhu Jadi Sumber Pangan dan Ekonomi Pesantren
Suasana Pendopo Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tampak berbeda saat tim peneliti Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JOMBANG – Suasana Pendopo Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tampak berbeda saat tim peneliti Universitas Brawijaya (UB) Malang yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi memperkenalkan teknologi pengolahan air wudhu. Teknologi ini mengubah air bekas wudhu menjadi sumber air layak untuk budidaya ikan, hidroponik, bahkan mendukung ekonomi pesantren.
Riset ini didanai melalui Skema Penelitian Pascasarjana – Penelitian Disertasi Doktor Tahun 2025 yang dikelola oleh DPPM Kemdiktisaintek melalui sistem BIMA. "Dukungan pemerintah memungkinkan riset kami keluar dari laboratorium dan bermanfaat langsung di pesantren," ungkap Prof. Gatot.
Mahasiswa doktoral sekaligus fasilitator lapangan, Septian Ragil Anandita, menambahkan, “Kami bangga ilmu ini bisa diterapkan. Teknologi ini bukan hanya penelitian, tetapi jalan menuju kemandirian air dan pangan bagi pesantren.”
Dari Limbah Menjadi Berkah
Sebelum program ini berjalan, air wudhu dari masjid pesantren hanya dialirkan ke selokan. Para pengurus belum memahami bahwa air tersebut masih suci, bebas bahan kimia, dan dapat dimanfaatkan ulang.

Setelah mendapat pelatihan dari tim UB, persepsi itu berubah. Santri melihat langsung bagaimana air dialirkan ke tabung elektrokoagulasi, disaring melalui zeolit dan karbon aktif dalam sistem nanofiltrasi, lalu dialirkan ke kolam ikan.
“Sekarang kami tidak hanya melihat air mengalir, tapi memahami cara menguji pH, DO, dan memastikan ikan tetap hidup,” jelas Septian.
Teknologi yang Diterapkan dan Hasilnya
Melalui kombinasi elektrokoagulasi, nanofiltrasi, dan ozonasi, air wudhu yang keruh berubah menjadi jernih. Hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan nilai COD dan BOD hingga 85 persen, TSS turun 92 persen, serta kadar oksigen terlarut (DO) meningkat dari 2,5 menjadi 6 mg/L standar yang layak untuk budidaya ikan.
Air itulah yang kini digunakan untuk mengisi kolam budidaya ikan nila dan mengairi instalasi hidroponik sayuran di lahan pesantren. “Ikannya hidup, tidak bau lumpur. Tanaman sawi yang ditanam pakai air bekas wudhu tumbuh lebih cepat,” ucap Rifath salah seorang santri sambil tersenyum bangga.
Dampak Sosial, Ekonomi, Pendidikan, dan Teknologi
Perubahan ini bukan hanya soal teknologi. Prof. Gatot menyebutnya sebagai gerakan perubahan budaya di pesantren dari konsumtif menjadi produktif, dari membuang menjadi mengelola. Suasana belajar pun berubah; santri tidak lagi hanya memahami kitab kuning, tetapi juga belajar merakit alat, membaca sensor kualitas air, bahkan menghitung keuntungan hasil panen ikan dan sayuran.

Secara sosial, pengurus pesantren mulai melihat pengelolaan air sebagai bagian dari ibadah menjaga bumi. Secara ekonomi, hasil panen ikan dan sayuran kini mulai dikonsumsi di dapur pesantren dan berpotensi dijual. Secara pendidikan, pesantren berubah menjadi laboratorium hidup yang mengajarkan sains, teknologi, dan akhlak ekologis dalam satu kesatuan.
Sementara dari sisi teknologi, alat yang dipasang dirancang agar mudah diperbaiki, menggunakan bahan yang tersedia di pasar lokal zeolit, pipa PVC, pompa air, dan generator ozon sederhana.
Harapan dan Masa Depan
“Kami ingin Bahrul Ulum menjadi pelopor pesantren ramah lingkungan di Indonesia,” tegas Prof. Gatot.
Pengurus pesantren menyambut dengan antusias. “Dulu air wudhu berhenti di got. Sekarang menjadi ikan, sayuran, dan keberkahan,” ujar salah satu pengasuh.
“Dari air wudhu lahir peradaban, dari pesantren lahir inovasi,” tutup Prof. Gatot. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

