Tim Riset FIP UM Gelar FGD untuk Medukung Pertumbuhan Berkelanjutan dan Pemberdayaan Generasi Z
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) hasil riset bertema “Menjawab Tantangan Era Smart: Peran dan Potensi Generasi Z”

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) hasil riset bertema “Menjawab Tantangan Era Smart: Peran dan Potensi Generasi Z” Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif FIP UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta prinsip Pertumbuhan Berkelanjutan dan Pemberdayaan Generasi Muda.
Acara menghadirkan narasumber utama Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd, Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid Probolinggo, yang dikenal luas sebagai akademisi dan praktisi pendidikan berbasis karakter dan teknologi. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya membangun modal manusia yang tangguh dan beretika untuk menghadapi transformasi digital dan sosial yang masif.
“Generasi Z harus memiliki kemampuan adaptif, literasi teknologi, dan karakter sosial yang kuat agar bisa berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Kunci sukses bukan hanya kompetensi, tetapi juga kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan,” ujarnya.

FGD ini merupakan hasil tindak lanjut riset kolaboratif yang dilakukan oleh tim dosen FIP UM di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Hardika, M.Pd, dengan anggota Dr. Eny Nur Aisyah, S.Pd.I., M.Pd, Dila Uminia Soraya, M.Pd, Umu Da’watul Choiro, M.Pd, dan Dr. Rully Zandra Aprilia, M.Pd. Riset mereka berjudul Model Ekosistem Psikososial Keyakinan Karier Mahasiswa Generasi Z di Indonesia, yang mengkaji faktor-faktor pembentuk keyakinan sukses berkarier dalam konteks sosial, teknologi, dan budaya yang beragam.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Hardika, M.Pd menjelaskan bahwa hasil riset ini melahirkan model pembelajaran inovatif bernama Career Confidence Learning Model (CCLM), yang dirancang untuk memperkuat kepercayaan diri karier mahasiswa melalui pendekatan reflektif, digital, dan mentoring. “Model ini berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan mahasiswa, baik dalam aspek personal maupun sosial. Ia menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global,” jelasnya.

Menambahkan hal tersebut, Dr. Eny Nur Aisyah, S.Pd.I., M.Pd sebagai moderator menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara soal ekonomi hijau dan lingkungan, tetapi juga tentang keberlanjutan sumber daya manusia. “Pendidikan yang berkelanjutan adalah pendidikan yang membangun kesejahteraan psikososial dan kesiapan karier generasi muda. Penelitian ini menjadi dasar empirik untuk merancang kebijakan pendidikan yang mendukung keadilan sosial dan pemberdayaan,” ujarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom dan live streaming ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Humas UM sekaligus anggota peneliti (Dr. Rully Aprilia Zandra, M.Pd., M.Sn.) menyatakan, “Hasil riset ini selaras dengan arah kebijakan UM terhadap prinsip Triple Bottom Line (People, Planet, Profit) dalam konteks pendidikan berkelanjutan untuk pembetukkan generasi bangsa Indonesia yang lebih baik di masa depan”.
Melalui kegiatan FGD ini, UM berharap dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi keberlanjutan sebuah langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045 yang berkeadilan sosial dan berkelanjutan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

