Advertisement
Indonesia Positif

FGD Tim Riset FIP UM: Dongeng Berbasis Budaya untuk Pembentukan Karakter Anak Menuju Pendidikan Berkelanjutan

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

TIMES Indonesia,
FGD Tim Riset FIP UM: Dongeng Berbasis Budaya untuk Pembentukan Karakter Anak Menuju Pendidikan Berkelanjutan
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dongeng sebagai Sarana Pembentukan Karakter Anak Menuju Pendidikan Berkelanjutan (SDGs 4: Quality Education) di Era Digital”, dengan menghadirkan Agus Setiyono, S.Pd., M.Pd., pendongeng nasional dan pemerhati pendidikan karakter anak, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian dan pengembangan model Manajemen Inovatif Pembelajaran PAUD Berbasis Budaya Kedirian di Era Digital, yang digagas oleh tim peneliti dari FIP UM. Diskusi dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan disiarkan langsung melalui kanal Live Streaming Universitas Negeri Malang.

Advertisement

UM-Zoom-a.jpg

Dalam paparannya, Agus Setiyono menekankan bahwa dongeng merupakan instrumen strategis dalam mendukung tujuan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), karena melalui cerita rakyat dan tokoh-tokoh lokal, anak-anak tidak hanya belajar bahasa dan imajinasi, tetapi juga menanamkan nilai moral, empati, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi digital yang adaptif untuk melestarikan kearifan lokal tanpa menghilangkan sentuhan emosional dari proses mendongeng.

Ketua tim peneliti, Dr. Eny Nur Aisyah, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi riset berbasis community empowerment, yang menempatkan guru, orang tua, dan seniman budaya sebagai bagian integral dalam membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan berbasis budaya lokal. Produk riset yang dikembangkan berupa aplikasi Dongeng Digital Nusantara Kediri, yang memadukan konten budaya daerah dengan teknologi Generative AI untuk memperkuat pembelajaran karakter anak usia dini.

UM-Zoom-b.jpg

FGD ini juga dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, guru dan orang tua dari berbagai lembaga di Indonesia. Peserta memberikan masukan berharga terhadap penerapan media dongeng digital dalam pembelajaran, khususnya dalam membentuk dimensi sosial-emosional dan spiritual anak.

Advertisement

Diskusi menghasilkan rekomendasi strategis berupa: penguatan kapasitas guru dalam mendongeng digital, pengintegrasian nilai budaya ke dalam RPPH, serta kolaborasi lintas pihak dalam mengembangkan media edukatif berbasis kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, FIP UM menegaskan peran aktifnya dalam mendukung pencapaian SDGs 4 (Quality Education) dan SDGs 10 (Reduced Inequalities), dengan mendorong inovasi pembelajaran yang inklusif, berkeadilan, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMoch Eko Budi Prasetyo Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia