FGD FIP UM: Strategi Intervensi Perkembangan Sosial Emosi Anak-Anak dari Keluarga Buruh Migran
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari penelitian hibah KBK Departemen Pendidikan Anak Usia Dini.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari penelitian hibah KBK Departemen Pendidikan Anak Usia Dini bertajuk “Strategi Intervensi Perkembangan Sosial Emosi Anak-Anak dari Keluarga Buruh Migran.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal resmi FIP UM, Kamis (23/10/2025).
FGD ini menghadirkan Dr. Rohmalina, M.Pd., dosen dan peneliti bidang pendidikan anak usia dini, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya strategi pendampingan sosial-emosional yang adaptif bagi anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran ibu karena bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Kondisi tersebut, menurutnya, seringkali menimbulkan kesenjangan emosional dan sosial yang perlu dijembatani melalui pendekatan pendidikan dan keluarga yang kolaboratif.
“Peran sekolah dan keluarga tidak bisa dipisahkan. Dukungan emosional harus berlanjut dari ruang kelas ke rumah, agar anak merasa aman, dicintai, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya,” ungkap Dr. Rohmalina, M.Pd.

Kegiatan FGD ini dipimpin oleh Dr. Eny Nur Aisyah, S.Pd.I., M.Pd. selaku ketua tim peneliti hibah KBK FIP UM, bersama anggota: Drs. I Wayan Sutama, M.Pd.; Dr. Sri Wahyuni, M.Pd.; Dr. Rully Aprilia Zandra, S.Pd., M.Pd., M.Sn.; Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd.; Hasan Argadinata, S.Pd., M.Pd.; dan Diva Wido Haningtyas, S.Pd.
Melalui FGD ini, tim peneliti melakukan validasi temuan lapangan untuk memperkuat rancangan Model Intervensi Edukasi Keluarga Adaptif (MIEKA) — sebuah inovasi model intervensi berbasis kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas untuk memperkuat perilaku sosial-emosional adaptif anak-anak dari keluarga migran.
Secara substantif, kegiatan FGD ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): mendukung terselenggaranya pendidikan inklusif dan responsif terhadap kebutuhan sosial-emosional anak usia dini.
- SDG 5 (Kesetaraan Gender): mengangkat peran perempuan pekerja migran (TKW) dan dampaknya terhadap pola pengasuhan anak.
- SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan): menjembatani kesenjangan sosial dan emosional anak akibat mobilitas ekonomi keluarga.
- SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat): memperkuat peran lembaga pendidikan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang adil, ramah anak, dan berkeadilan sosial.

Dr. Eny Nur Aisyah menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bagian dari proses riset, tetapi juga langkah nyata untuk membangun jejaring akademik dan sosial yang mendukung kesejahteraan anak.
“Riset ini tidak berhenti pada teori, tetapi menjadi gerakan akademik yang berorientasi pada keberlanjutan sosial dan kesejahteraan anak-anak dari keluarga buruh migran. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki ruang tumbuh yang bahagia, adaptif, dan berdaya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FIP UM menegaskan komitmennya dalam memperkuat penelitian berbasis nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keberlanjutan — sejalan dengan semangat Universitas Negeri Malang sebagai The Learning University yang berkontribusi aktif terhadap pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

