Advertisement
Indonesia Positif

FK Unisma Dorong Penguatan Sistem Kesehatan Lewat Inovasi Sosial dan Integrasi ILP

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan nasional melalui inovasi sosial dan penguatan layanan primer.

TIMES Indonesia,
FK Unisma Dorong Penguatan Sistem Kesehatan Lewat Inovasi Sosial dan Integrasi ILP
Para narasumber, dosen, dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma Malang berfoto bersama usai kegiatan Plenary Session – Social Innovation in Health Sector Affair yang digelar di Ruang Seminar Syekh Yusuf Al Makassari Lantai 3 Gedung FK Unisma. (FOTO:...
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan nasional melalui inovasi sosial dan penguatan layanan primer. Semangat tersebut diwujudkan lewat kegiatan Plenary Session – Social Innovation in Health Sector Affair bertema “Strengthening Health System through Social Innovation and ILP Integration”, yang digelar di Ruang Seminar Syekh Yusuf Al Makassari, Lantai 3 Gedung FK Univesitas Islam Malang, Kamis (23/10/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., Dekan FK Unisma. Sambutan beliau menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sektor layanan kesehatan untuk menciptakan sistem yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan transformasi sistem kesehatan yang lebih kuat dan inklusif,” ujarnya.

Advertisement

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran Blok Kesehatan Masyarakat 3 dan menghadirkan tiga narasumber inspiratif yang berbagi pengalaman dan gagasan strategis di bidang inovasi layanan kesehatan.

Pembicara pertama, Gunawan Djoko Untoro, S.KM., M.Si., Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan sekaligus Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, menyoroti pentingnya pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi layanan kesehatan masyarakat.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) hadir sebagai strategi nasional dalam menata dan memperkuat layanan kesehatan dasar agar lebih efektif, terpadu, dan berkesinambungan. Pendekatan ini mencakup seluruh aspek pelayanan—promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif—yang diberikan kepada masyarakat sejak masa prenatal hingga usia lanjut. Implementasi ILP dilakukan dengan membangun jejaring layanan di tingkat Puskesmas melalui sistem klaster yang saling terhubung, serta memperluas jangkauan pelayanan hingga ke lapisan masyarakat.

Pemateri kedua, dr. Yulia Rachmawati, Kepala Puskesmas Pakisaji, menekankan bahwa keberhasilan ILP sangat bergantung pada sinergi tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Ia menuturkan, penerapan model layanan terintegrasi mampu memperpendek jarak pelayanan dan memastikan setiap individu memperoleh akses kesehatan yang layak.

Advertisement

Sementara itu, dr. Abdul Rokhim, M.Kes., FISQua, Direktur RSI Nyai Ageng Pinatih sekaligus dosen FK Unisma, mengajak peserta memahami konsep Social Innovation in Health Sector dari perspektif rumah sakit berbasis nilai-nilai Islam. Ia menegaskan, inovasi sosial yang ideal bukan hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga harus berlandaskan spiritualitas, empati, dan keadilan sosial.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan tiga sesi pleno serta diskusi terbuka yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta aktif. Berbagai gagasan, pertanyaan, dan refleksi kritis muncul dari mahasiswa yang antusias memahami konsep penguatan sistem kesehatan berkelanjutan.

Koordinator kegiatan, dr. Nur Laily Agustina, M.MRS., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan dukungan seluruh pihak. Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut sebagai wadah pengembangan pengetahuan sekaligus pembentukan karakter mahasiswa kedokteran yang inovatif, empatik, dan berjiwa sosial.

“Plenary Session ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk belajar berpikir kritis, berkolaborasi lintas sektor, dan memahami nilai-nilai Islam dalam praktik kesehatan masyarakat,” ungkap dr. Laily.

FK Unisma optimistis kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong gerakan Social Innovation in Health menuju sistem kesehatan nasional yang tangguh, adil, dan berkeadilan sosial. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia