Advertisement
Indonesia Positif

Air Mata Yang Diridhoi Allah SWT

Isak tangis para sahabat yang sedang duduk mengelilingi Rasulallah SAW, mengherankan seorang pemuda yang ikut duduk di majlis.

TIMES Indonesia,
Air Mata Yang Diridhoi Allah SWT
Thoriq Al Anshori, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Isak tangis para sahabat yang sedang duduk mengelilingi Rasulallah SAW, mengherankan seorang pemuda yang ikut duduk di majlis. Mereka semua menangis terisak, bahkan Nabi sendiri menyampaikan nasehatnya dengan suara parau. Sedang si pemuda, tak setetespun air mata keluar dari kelopak matanya.

Ia menanyakan “kejanggalan” ini kepada Nabi, dan beliau menyebutkan penyebabnya yaitu kerasnya hati. Nabi juga menguraikan berbagai penyebab yang saling bertaut hingga mengeraskan hatinya, dan kesemuanya bermuara dari hubbud dunya, atau cinta kepada dunia yang berlebihan hingga melupakan akhirat.

Advertisement

Air mata tidaklah asing bagi manusia. Siapapun mereka, pasti pernah menagis, meneteskan air mata. Menangis merupakan ungkapan yang paling “murah” yang timbul dari perasaan. Saat ditinggal kematian seseorang, atau menghadapi berbagai cobaan yang berat. Sedang bagi anak bayi, tangis merupakan alat “komunikasi” yang paling ampuh untuk menarik perhatian orang.

Air mata yang menetes karena luapan emosi, baik kesedian, kegembiraan maupun karena tidak tahan mengalami penderitaan, kesemuanya merupakan gejala yang normal. Justru seseorang yang tak pernah menangis, dikhawatirkan seperti pemuda di atas, alias mempunyai hati yang keras.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dalam Islam, air mata terkadang dijadikan barometer untuk mengukur kadar keimanan seseorang. Cukup banyak ayat Al-Quran dan hadits Rasulallah SAW yang menyebutkan mengenai keutamaan menangis. Dalam Al-Quran, Allah mensifatkan orang-orang yang berilmu dengan mereka yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah, “menyungkurlah muka mereka (bersujud) sambil menangis dan bertambah khusyu’” (QS. 17; 109) Dalam ayat yang lain, “Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menagis” (QS. 19; 58)

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bertutur, “Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah”. Dalam sabdanya yang lain, “Setiap mata akan menangis di hari kiamat kelak, kecuali mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang berjaga di Jalan Allah”. Dan masih cukup banyak hadits lain yang menerangkan mengenai keutamaan menangis karena takut kepada Allah.

Advertisement

Kesemua tangisan di atas, merupakan air mata yang diridhoi Allah, bahkan mempunyai nilai yang tinggi, namun tak semua air mata akan diridhoi-Nya. Tangisan histeris karena ditinggal kematian seseorang (nihayah) misalnya, merupakan tangisan yang dilarang dalam Islam. Begitu juga dengan mereka yang menangis karena riya’ atau berpura-pura.

Nilai tangisan, bukan ditentukan oleh kuantitas si pencucur air mata, namun kualitas jauh lebih menentukan. Bagaimana tidak? Sedang Rasulullah SAW bersabda, jika dalam satu ummat terdapat seseorang yang menangis karena Allah, niscaya Dia akan merahmati ummat itu karena tangisan seseorang tadi. diperlukan memperbanyak doa dan menangis dari lubuk hati. Semoga tangisan akan mampu menurunkan rahmat Allah, hingga berbagai bencana dan krisis yang ada segera diangkat-Nya. 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Thoriq Al Anshori, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia