HISPISI Teguhkan Peran Ilmu Sosial di Era Transformasi Global dalam ICHELSS V dan Rapat Tahunan 2025
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Indonesia (PP HISPISI) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference yang kemudian dilanjutkan Rapat Tahunan guna membahas Program Kegiatan HISPISI 2026.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Indonesia (PP HISPISI) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference yang kemudian dilanjutkan Rapat Tahunan guna membahas Program Kegiatan HISPISI 2026. Pada tahun ini, International Conference memasuki yang kelima, yakni The 5th International Conference on Humanities Education, Law, and Social Science (ICHELSS V). Rangkaian kegiatan ICHELSS V yang kemudian dilanjutkan Rapat Tahunan ini digelar pada 24–26 Oktober 2025 di Ballroom Harris Hotel and Convention, Surabaya. Tahun ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Surabaya (FISIPOL UNESA) menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota HISPISI dari12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia, di antaranya Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Surabaya (FISIPOL UNESA), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (FIS UNIMED), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta (FISIP UNY), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar (FIS UNM), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (FIS UNG), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado (FISH UNIMA), dan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha (FHIS UNDIKSHA).
Pada kesempatan gelaran ICHELSS V HISPISI 2025, turut hadir Prof. Ahmad Najib Burhani selaku Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dirjen Saintek Kemdiktisaintek), yang menjadi narasumber bersama Prof. Warsono selaku Guru Besar dan Rektor UNESA Periode 2014–2018. Keduanya membahas peran strategis ilmu sosial dalam merespons tantangan transformasi digital dan perubahan sosial global.
Sejak berdiri pada 10 November 1990, HISPISI hadir sebagai wadah para sarjana pendidikan ilmu-ilmu sosial untuk memperkuat kontribusi keilmuan sosial terhadap pembangunan nasional. Dalam perkembangannya, HISPISI tidak hanya menjadi ruang silaturahmi akademik, tetapi juga motor penggerak inovasi kebijakan publik berbasis ilmu sosial. Beragam kegiatan HISPISI mencakup penyelenggaraan seminar dan konferensi ilmiah nasional maupun internasional, penerbitan ilmiah, pengembangan kurikulum, advokasi kebijakan publik, serta kerja sama lintas institusi di tingkat nasional dan global.
Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) HISPISI yang juga Rektor UNJ, menegaskan bahwa HISPISI telah memasuki usia yang matang dan semakin strategis perannya dalam memperkuat daya saing ilmu sosial Indonesia.
“HISPISI harus mampu memberikan kontribusi konkret bagi arah pembangunan bangsa yang mengedepankan kepentingan nasional, kedaulatan, dan kemandirian. Ke depan, HISPISI perlu memperkuat kolaborasi antar akademisi, praktisi, dan pemerhati pendidikan sosial untuk menyusun peta jalan ilmu sosial yang berkelanjutan, mandiri, dan berkeadilan,” ujar Prof. Komarudin.
Dalam kegiatan ICHELSS V HISPISI 2025, Prof. Komarudin juga menyampaikan paparan kunci bertajuk “Reimagining Social Sciences in the Era of Societal Transformation: Innovations, Integration, and Impact for Sustainable Development Goals.” Ia menyoroti pentingnya penataan ulang arah dan paradigma ilmu sosial agar tetap relevan di tengah percepatan transformasi digital dan disrupsi teknologi.
“Menata ulang ilmu sosial di era digital bukan sekadar agenda akademik, melainkan tanggung jawab sosial agar ilmu sosial dan para ilmuwan sosial mampu beradaptasi dengan dinamika zaman dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, ilmu sosial kini berada di persimpangan antara kemajuan teknologi, kebutuhan kemanusiaan, dan keberlanjutan ekologis. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan baru yang lebih integratif dan interdisipliner seperti Computational Social Science (CSS), Citizen Science, Open Data, dan Greening Citizenship. Pendekatan tersebut menjadikan ilmu sosial tidak hanya deskriptif, tetapi juga analitis, prediktif, dan kolaboratif dalam merespons isu-isu global.
Sebagai bentuk komitmen HISPISI terhadap penguatan peran ilmu sosial di era digital, Prof. Komarudin memaparkan beberapa langkah strategis, di antaranya:
Pertama, mendorong kolaborasi riset lintas universitas dan lembaga publik dalam pengembangan Ilmu Sosial Digital Berkelanjutan;
Kedua, membentuk policy lab dan social data center sebagai pusat data sosial dan kebijakan berbasis bukti;
Ketiga, meningkatkan literasi digital bagi sarjana, peneliti, dan praktisi ilmu sosial; serta
Keempat, mengembangkan model riset sosial kolaboratif berbasis CSS, Citizen Science, Open Data, dan Greening Citizenship.
Di akhir sambutannya, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNESA, Prof. Nur Hasan, serta Ketua Panitia ICHELSS V dan Rapat Tahunan HISPISI, Prof. Wiwik Sri Utami, bersama seluruh jajaran FISIPOL UNESA yang telah sukses menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Atas nama Pengurus Pusat HISPISI, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga forum ini terus menjadi ruang kolaboratif bagi kemajuan ilmu sosial Indonesia menuju pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui ICHELSS V dan Rapat Tahunan, HISPISI meneguhkan kembali perannya sebagai motor transformasi ilmu sosial di Indonesia yang mendorong inovasi, integrasi, dan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam era globalisasi dan disrupsi digital, HISPISI berkomitmen menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan demi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

