Advertisement
Indonesia Positif

Hari Sumpah Pemuda: Eksitensinya Harus Dengan Ilmu dan Takwa

Pemuda adalah harapan bangsa karena mereka adalah generasi penerus, pembaharu, dan pendorong kemajuan di masa kini dan mendatang. 

TIMES Indonesia,
Hari Sumpah Pemuda: Eksitensinya Harus Dengan Ilmu dan Takwa
Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pemuda adalah harapan bangsa karena mereka adalah generasi penerus, pembaharu, dan pendorong kemajuan di masa kini dan mendatang. Peran pemuda mencakup meneruskan nilai luhur bangsa, menjadi agen perubahan melalui inovasi, serta berkontribusi dalam pembangunan di berbagai bidang. Untuk memenuhi peran ini, pemuda perlu dibekali pendidikan berkualitas, kesempatan berpartisipasi, serta bimbingan yang tepat. 

Pemuda berperan sebagai agen perubahan dan pembangunan, yang memiliki potensi besar berkat energi, inovasi, dan waktu luang yang dimiliki di usia produktif. Mereka dapat menjadi penggerak inovasi, terlibat dalam pembangunan lingkungan dan sosial, serta membangun bangsa melalui pengabdian masyarakat, pendidikan, dan pengembangan produk lokal, seperti yang terinspirasi dari semangat persatuan Sumpah Pemuda.

Advertisement

Menurut Imam Syafi'i, pemuda ideal adalah yang hidupnya berlandaskan ilmu dan takwa, karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Jika dua hal ini tidak ada pada diri seorang pemuda, maka keberadaannya dianggap tidak ada artinya, bahkan menurut beliau, pemuda yang malas belajar di masa mudanya tidak berbeda dengan orang yang mati secara spiritual, dan layak untuk "ditakbiri sebanyak empat kali". 

Pemuda sejati adalah mereka yang hidupnya diwarnai oleh ilmu dan takwa, di mana keduanya harus berjalan beriringan. Keberadaan pemuda tanpa ilmu dan takwa dianggap tidak memiliki arti atau jati diri. Beliau menekankan bahwa semangat masa muda harus diarahkan pada pencarian ilmu, bukan kemalasan. 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Bagaimana caranya agar pemuda bisa menjadi generasi yang berkualitas dan berguna bagi umat? 

Pertama, menjaga iman dan taqwa Iman adalah dasar utama bagi seorang Muslim. Pemuda yang kuat imannya akan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam dan tidak tergoda oleh hal-hal yang merusak.

Advertisement

Kedua, memperdalam ilmu Baik ilmu agama maupun ilmu umum sangat penting bagi pemuda Muslim. Belajar dan menuntut ilmu adalah salah satu cara untuk memperkuat diri agar mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Ketiga, berakhlak mulia Rasulullah saw adalah teladan utama dalam berakhlak. Pemuda Muslim harus meneladani akhlak beliau, seperti jujur, amanah, dan rendah hati, agar bisa menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat.

Keempat, mengasah keterampilan Pemuda harus memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat untuk kehidupan dan mampu menghadapi perkembangan zaman. Keterampilan ini akan membantu pemuda dalam bekerja, berkarya, dan memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Kelima, memperbaiki diri secara terus menerus Setiap pemuda Muslim harus senantiasa memperbaiki diri, baik dalam hal ibadah, akhlak, maupun hubungan sosial. Dengan terus memperbaiki diri, pemuda akan menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pemuda merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin dimasa depan. Dimana peran pemuda sangatlah diharapkan, karena merupakan pewaris bangsa yang akan menjadi sosok pemimpin selanjutnya. “Syubbanul yaum rijalul ghad. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan “. Demikian pepatah Arab menempatkan pemuda dalam posisi yang sangat penting. Masa depan sebuah bangsa akan ditentukan oleh pemudanya masa kini. Sehingga pemuda dituntut untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Generasi muda wajib hukumnya untuk mengedepankan akhlak, kreativitas, serta produktivitas. kreativitas dan akhlak yang dimiliki anak muda ini itu akan menentukan karakter dan moralitas bangsa ke depannya.

Dalam ajaran Islam, pemimpin terbaik sepanjang masa tentu saja Rasulullah SAW. Beliau menjadi suri tauladan dan sosok panutan dalam memimpin umat. Sikap pemuda yang banyak dibutuhkan kedepan yakni mental kejujuran, mental lahiriah, keahlian dan kepribadian baik. Profesi apapun, harus disiapkan dari sekarang dari segi hati, mental dan jujur. Dari sikap itulah pemuda generasi masa depan akan menempati posisi yang baik.

Generasi yang dibanggakan oleh bangsa, negara dan masyarakat. Sebagai anak muda harus selalu menjadi pribadi yang riang gembira serta dapat membangun bangsa yang kuat. Marilah kita doakan agar generasi muda Islam selalu diberikan kekuatan dan kemudahan dalam meniti jalan kebaikan. Semoga mereka mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Semoga pemuda Muslim dapat menjadi penerus dakwah yang ikhlas, pemimpin yang amanah, dan pembawa perubahan yang baik. ***

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia