Advertisement
Indonesia Positif

Bupati Jember Dorong Petani Ikut Awasi Harga Pupuk

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan fokus pada modernisasi, digitalisasi, dan pengawasan aktif.

TIMES Indonesia,
Bupati Jember Dorong Petani Ikut Awasi Harga Pupuk
Bupati Jember Muhammad Fawait saat bertemu langsung dengan kelompok tani pada rangkaian Bunga Desaku di kecamatan panti. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan fokus pada modernisasi, digitalisasi, dan pengawasan aktif.

Advertisement

​Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, saat bertemu dengan kelompok tani (poktan) dalam rangkaian acara Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025).

Fawait menyatakan bahwa kelompok tani diminta proaktif mendata dan melaporkan kebutuhan pengairan desa agar penanganan infrastruktur lebih tepat sasaran dan hasil panen meningkat.

"​Petani didorong untuk aktif mengawasi harga pupuk bersubsidi dan segera melapor jika harga di lapangan belum turun, menyikapi kebijakan penurunan harga oleh Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.

Pemkab juga akan bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia dalam setiap kegiatan Bunga Desaku untuk melakukan pemeriksaan kualitas tanah dan analisis kebutuhan pupuk, memberikan rekomendasi yang akurat.

Ia menambahkan bahwa fokus utama modernisasi adalah perbaikan sistem data kebutuhan pupuk, khususnya Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Advertisement

​"Kami berencana akan mengumpulkan kepala desa di kawasan Rembangan untuk memperkuat koordinasi dan perbaikan sistem RDKK agar lebih akurat dan transparan," jelasnya.

​Fawait mendorong anak muda yang melek teknologi untuk bergabung dalam kelompok tani.

​Keterlibatan mereka diharapkan dapat mengatasi masalah akurasi RDKK yang disinyalir karena kurangnya SDM yang paham teknologi, sekaligus mempercepat proses digitalisasi dan pelaporan RDKK.

​"Keterlibatan anak muda diharapkan mempercepat proses digitalisasi dan pelaporan RDKK, sehingga penyaluran pupuk subsidi menjadi lebih cepat dan tepat," tandas Fawait. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia