Advertisement
Indonesia Positif

Banyuwangi Kirim 40 Ton RDF Jadi Bahan Bakar Pabrik Semen di Tuban

Sebanyak 40 ton Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif dari olahan sampah dikirim ke Tuban sebagai bahan bakar pabrik semen.

TIMES Indonesia,
Banyuwangi Kirim 40 Ton RDF Jadi Bahan Bakar Pabrik Semen di Tuban
40 ton RDF dari TPS3R Tembokrejo Banyuwangi dikirim ke PT. SBI. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan terus ditunjukkan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Terbukti, 40 ton Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif dari olahan sampah dikirim ke  PT Solusi Bangun Indonesia (PT. SBI) di Tuban. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa pengiriman ini berasal dari hasil produksi TPS3R Tembokrejo. 

Advertisement

"Ini adalah realisasi dari kerja sama strategis antara Pemkab Banyuwangi dan PT SBI. Dengan mengirim 40 ton RDF ini menjadi tonggak penting dalam upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ekonomi sirkular di Banyuwangi," ujar perempuan yang akrab disapa Yani, Senin, (27/10/2025).

Mengubah Masalah Sampah Menjadi Sumber Energi

RDF adalah produk bernilai kalor tinggi yang dihasilkan dari pengolahan sampah non organik melalui proses pencacahan, pengeringan, dan pemadatan. Proses ini secara efektif mengubah sampah yang awalnya tidak bernilai dan menumpuk menjadi sumber energi baru yang ramah lingkungan.

"Sampah yang semula tidak bernilai kini diubah menjadi energi baru yang ramah lingkungan. Inovasi ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tentang kebersihan, tapi juga tentang energi dan keberlanjutan ekonomi," ungkapnya. 

Hasil RDF dari Banyuwangi ini akan dimanfaatkan oleh pabrik-pabrik semen di Kabupaten Tuban sebagai bahan bakar dalam proses co processing, menggantikan penggunaan batu bara.

Advertisement

Komitmen Jangka Panjang dan Visi ‘Banyuwangi Hijau’

Kerja sama dengan PT SBI ini merupakan tindak lanjut strategis yang mendukung industri semen dalam mengurangi jejak karbon dan emisi. Penggunaan RDF sebagai bahan bakar alternatif berperan ganda, mengurangi ketergantungan industri terhadap batubara sekaligus secara signifikan menekan volume sampah yang harus dibuang ke TPA.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sejalan dengan visi ‘Banyuwangi Hijau dan Bersih dari Sampah’.

"Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa bersama masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak, Banyuwangi terus bertransformasi menuju kabupaten berdaya, mandiri, dan berwawasan lingkungan, di mana sampah dikelola menjadi energi dan peluang," kata Kepala Dinas DLH Banyuwangi, Dwi Handayani.

Sebagai informasi, sebelumnya pada 22 Oktober 2025, Banyuwangi juga telah mengirimkan 20 ton RDF dari TPS3R Balak Songgo ke PT SBI. Pengiriman kali ini menandai keberlanjutan program RDF sebagai bagian dari solusi nyata Banyuwangi dalam mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan. (D)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia