Advertisement
Indonesia Positif

397 Mahasiswa dari 32 Negara Ikuti FACE IT 2025 di Filkom UB

Sebanyak 397 mahasiswa dari 32 negara dan 75 universitas dunia mengikuti Filkom Academic and Cultural Exchange in Information Technology (Face IT) 2025 di Filkom Universitas Brawijaya.

TIMES Indonesia,
397 Mahasiswa dari 32 Negara Ikuti FACE IT 2025 di Filkom UB
Kegiatan Filkom Academic and Cultural Exchange in Information Technology (Face IT) 2025 yang diikuti oleh 397 mahasiswa dari 32 negara di dunia yang digelar di Filkom UB, Senin (27/10/2025). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Sebanyak 397 mahasiswa dari 32 negara dan 75 universitas dunia mengikuti Filkom Academic and Cultural Exchange in Information Technology (Face IT) 2025 di Filkom Universitas Brawijaya. Kegiatan yang berlangsung sejak 15 September 2025 mengusung tema “A+X: Artificial Intelligence and Its Cross-Disciplinary Impact".

Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa Face IT merupakan bentuk komitmen kampus dalam memperkuat mobilitas akademik lintas negara sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia.

Advertisement

“Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya setelah Face IT pertama tahun 2024. Tujuannya adalah memperluas civil mobility dan mempererat hubungan antar mahasiswa berbagai negara. Tidak hanya pertukaran budaya, tetapi juga pertukaran akademik yang bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum,” jelasnya, Senin (27/10/2025).

Tri Astoto menambahkan, Face IT 2025 tidak hanya menjadi ruang belajar global, tetapi juga sarana mahasiswa asing untuk berkontribusi pada isu-isu sosial di Indonesia. Dia menyebut, berdasarkan pengalaman dari program Mahasiswa Membangun Desa (MMD), pihaknya melihat banyak persoalan di desa. Dari UMKM hingga pemerintahan desa, yang bisa dibantu melalui solusi berbasis IT dan inovasi digital.

"Mahasiswa asing ikut berperan mencari solusi tersebut dari perspektif teknologi,” terangnya.

Filkom-UB-2.jpg

Dia juga menegaskan bahwa tema AI + X mencerminkan luasnya dampak kecerdasan buatan di berbagai bidang kehidupan.

Advertisement

“Kita hidup di era digital, hampir semua aspek kehidupan melibatkan komputer dan data besar. AI kini hadir di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pemerintahan,” ujar Tri Astoto.

Ketua pelaksana Face IT 2025, M. Ali Fauzi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan bahwa antusiasme peserta meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu pesertanya 195, sekarang meningkat hampir dua kali lipat menjadi 397 peserta,” ungkapnya. Dari jumlah tersebut, 150 peserta terpilih mengikuti kegiatan secara luring di Malang, sementara sisanya berpartisipasi secara daring

Ali menjelaskan bahwa selain membahas isu-isu global seperti teknologi dan kecerdasan buatan, Face IT 2025 juga mendorong penerapan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal.

“Kami ingin menjadikan AI sebagai alat untuk menyelesaikan masalah nyata di desa. Misalnya, meningkatkan akses kesehatan di wilayah terpencil, memperkuat literasi digital pemuda desa, hingga membantu sektor pertanian melalui teknologi berbasis AI,” katanya.

Seluruh peserta Face IT 2025 mengikuti kelas interaktif, lokakarya, dan diskusi lintas disiplin yang digelar secara hybrid. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan akan memperoleh sertifikat dan transkrip akademik internasional yang diakui secara global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia