Sumpah Pemuda dan Arah Tumbuh Bangsa
Setiap tahun memori kita selalu diingatkan atas heroisme para pemuda nusantara dalam semangatnya untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Setiap tahun memori kita selalu diingatkan atas heroisme para pemuda nusantara dalam semangatnya untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa. Sejarah telah mencatat, bahwa konsistensi perjuangan yang dilakukan oleh para pemuda sejak sebelum tahun 1928 adalah buah dari konstalasi pemikiran dan kegelisahan akan penindasan dan penjajahan yang tidak kunjung usai.
Heorisme para pemuda saat itu akhirnya menjadi pemantik momentum bersejarah bangsa, sehingga 97 tahun lalu, tepatnya 28 oktober 1928 menjadi peristiwa bersejarah saat berlangsungnya kongres pemuda II di Batavia, para pemuda dari seluruh nusantara berikrar dan bersumpah menjadi bagian dari tumpah darah bangsa.
Semangat dan gairah yang membuncah ini cukup berhasil mengkonsolidasi gerakan dan optimisme para founding fathers bangsa saat itu, segala upaya ditengah kemustahilan pada akhirnya berbuah kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 agustus 1945 yang juha atas prakarsa anak-anak muda.
97 tahun sumpah pemuda berlalu, 80 tahun kemerdekan bangsa Indonesia berjalan, muncul sebuah pertanyaan besar, lantas apa sekarang yang akan dilakukan ?, ditengah era keberlimpahan demografi, ditengah jumlah pemuda yang hari ini lagi banyak-banyaknya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebuah bahwa 1 dari 4 penduduk Indonesia hari ini adalah anak-anak muda, yakni mereka yang berasal dari segmen usia Gen-Z dan Milenial. Fenomena ini menjadi sebuah tantangan bagi bangsa karena disaat yang bersamaan juga dirilis banyak kajian tentang karakteristik dari segmen generasi ini, yang cenderung jauh dari kekuatan karakter, moralitas dan ketangguhan diri.
Para pakar mengistilahinya dengan generasi "stroberi", "Generasi stroberi" adalah istilah yang merujuk pada generasi muda yang dianggap kreatif dan melek teknologi tetapi rapuh dan mudah menyerah saat menghadapi tekanan. Istilah yang berasal dari negara Taiwan ini digunakan untuk menggambarkan generasi yang terlihat menarik dari luar tetapi mudah "rusak" atau rapuh di bawah tekanan, mirip dengan buah stroberi.
Era keberlimpahan demografi yang sekarang sedang dialami oleh Indonesia saat ini harus benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh negara agar bisa menjadi arah tumbuh bagi kemajuan bangsa. Negara wajib hadir untuk menjawab kebutuhan generasi muda dalam bertumbuh dengan memberikan kepastian regulasi, jaminan pekerjaan, jaminan atas akses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, perumahan dan keamanan serta jaminan akses ruang publik.
Era keterbukaan dan globalisasi yang hari terjadi juga semestinya dimanfaatkan sebagai sebuah "celah sempit" bagi Gen Zilenial untuk membangun roadmap kehidupan dengan cara terus meningkatkan kapasistas dan kompetensi. Perubahan zaman yang begitu cepat dan tuntutan perubahan yang begitu hebat mensyaratkan generasi hari ini untuk memiliki kapasitas dan kompetensi agar senantiasa relevan dan diterima dalam berbagai dinamika zaman.
Kapasitas dan kompetensi hanya akan didepat dengan terus belajar, terus melatih skill, terus mencoba hal baru, terus memiliki ketekunan, semangat dan daya juang.
Sebagaimana pesan Presiden RI ke 3 BJ Habibie bahwa "Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan masa depan bangsa. SDM yang unggul dan berdaya saing akan mengantar Indonesia sejajar dan disegani bangsa lain". Masa depan bangsa kedepan benar-benar ada ditangan anak muda hari ini. Semangat dan daya juangnya untuk mengisi ruang-ruang peran akan menjadi penentu bagi kebaikan bangsa.
Selamat hari sumpah pemuda ke 97 tahun, mari anak muda bangsa terus menguatkan tali psrsatuan, terus mengokohkan pijakan keilmuan dan terus menyalakan heorisme jiwa muda untuk menyongsong masa depan bangsa yang gemilang.
***
*) Oleh : Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM, Presiden Nusantara Gilang Gemilang (NGG), Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

