Agama Fondasi Karakter dan Moralitas Generasi Bangsa
Dalam sejarah Islam, pemuda selalu memainkan peran yang sangat penting. Islam sangat memuliakan peran pemuda dalam pembangunan umat, karena pemuda adalah aset besar yang menjadi penentu masa depan.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Dalam sejarah Islam, pemuda selalu memainkan peran yang sangat penting. Islam sangat memuliakan peran pemuda dalam pembangunan umat, karena pemuda adalah aset besar yang menjadi penentu masa depan. Di tangan pemuda, ada harapan untuk kelangsungan agama, pembangunan masyarakat, dan kejayaan umat Islam. Karena itu, betapa pentingnya pemuda memiliki iman yang kuat, ilmu yang bermanfaat, dan akhlak yang mulia sebagai bekal dalam membangun masa depan. Allah swt berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 13:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ
Artinya: Kami menceritakan kepadamu (Nabi Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami menambahkan petunjuk kepada mereka.
Ayat ini merujuk kepada kisah Ashabul Kahfi, sekumpulan pemuda yang dengan teguh mempertahankan keimanan mereka meski harus menghadapi tantangan yang berat dari penguasa yang zalim. Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa pemuda yang memiliki keimanan kuat akan senantiasa mendapat pertolongan dan petunjuk dari Allah swt, meskipun berada dalam keadaan sulit.
Dalam Islam, pemuda bukan hanya sekadar harapan masa depan, tetapi juga agen perubahan. Banyak dari para sahabat Nabi saw yang masih berusia muda saat pertama kali menerima dakwah Islam dan ikut berjuang bersama Rasulullah saw. Misalnya, Ali bin Abi Thalib kw menerima Islam sejak usia 10 tahun, dan beliau adalah salah satu sahabat yang sangat setia mendampingi Rasulullah dalam berbagai peristiwa penting. Pemuda memiliki kekuatan, keberanian, dan semangat yang sangat berharga dalam menyampaikan kebenaran dan mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Di sinilah peran pemuda sebagai pembawa perubahan atau agen transformasi sosial. Rasulullah saw pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah sangat kagum kepada seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah (penyimpangan atau perilaku buruk)” (HR Ahmad). Dalam hadits ini, Rasulullah saw menggambarkan betapa bernilainya pemuda yang menjaga diri dari hal-hal buruk dan senantiasa berada di jalan kebenaran. Maka dari itu, pemuda Muslim harus memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki diri dan masyarakat sekitar agar lebih baik.
Di era modern seperti saat ini, pemuda menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Era globalisasi dan digitalisasi memberikan dampak positif, tetapi juga banyak tantangan negatif yang harus dihadapi oleh pemuda. Pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, arus informasi yang sangat cepat, dan godaan teknologi membuat pemuda harus lebih bijak dan selektif dalam memilih hal-hal yang bermanfaat. Karena itu, penting bagi para pemuda untuk memiliki dasar agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak. Rasulullah saw mengingatkan dalam sebuah hadits, “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu” (HR Al-Hakim). Hadits ini mengingatkan kita betapa berharganya waktu muda.
Di masa muda, seseorang memiliki energi dan kesempatan yang luas untuk memperbaiki diri, menimba ilmu, dan berkontribusi untuk masyarakat. Jangan sampai masa muda berlalu sia-sia dengan mengejar hal-hal yang hanya sementara, tanpa memberi manfaat bagi kehidupan akhirat. Islam membutuhkan pemuda-pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan berakhlak mulia. Sebab, pemuda inilah yang kelak akan meneruskan tugas dakwah dan memimpin umat menuju kejayaan. Rasulullah saw sendiri memberikan perhatian besar kepada pemuda-pemuda sahabat yang beliau siapkan untuk menjadi pemimpin. Misalnya, Nabi menunjuk Usamah bin Zaid ra, seorang pemuda berusia sekitar 18 tahun, sebagai panglima pasukan untuk memimpin perang melawan Romawi. Keputusan ini membuktikan bahwa Islam memberikan tempat yang penting bagi pemuda yang memiliki kualitas dan kepribadian yang unggul. Dalam konteks masa kini, para pemuda harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, baik ilmu agama maupun ilmu dunia. Karena itulah, pendidikan dan pembinaan pemuda menjadi sangat penting. Pemuda Muslim yang berilmu dan berakhlak mulia akan mampu menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, dan amanah, yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga bagi kemaslahatan umat.
(Sumber: https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/peran-pemuda-bagi-bangsa-menurut-islam-y4sZr)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*) Penulis: Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

