Dosen UIN Malang Berdayakan Masjid untuk Kaum Dhuafa di Sukun Pondok Indah
Tiga dosen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk 'Pemberdayaan Masjid untuk Kaum Dhuafa melalui Layanan Sosial di Komplek Perumahan Sukun Pondok Indah, Kota Mala

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Tiga dosen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk 'Pemberdayaan Masjid untuk Kaum Dhuafa melalui Layanan Sosial di Komplek Perumahan Sukun Pondok Indah, Kota Malang'.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah 2025, yang menekankan sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan masyarakat. Digelar sebanyak dua kali pada Kamis, 9-16 Oktober 2025.
Tim pengabdi terdiri dari Dr. Abdul Muntaqim Al Anshory, S.Hum., M.Pd., Dr. Yayuk Widyastuti Herawati, S.Pd., M.Pd., dan Muhammad Hasyim, M.A. Mereka bekerja sama dengan takmir Masjid Al-Ihsan SPI, yang diketuai oleh H.M. Suhadi.

Kegiatan dilaksanakan melalui mekanisme door to door, dengan membagikan paket sembako gratis kepada 30 keluarga dhuafa di sekitar komplek. Selain santunan, kegiatan ini juga menghadirkan pendampingan konseling keluarga yang diberikan oleh KH. Masyhudi Masyhuri, S.Pd.I, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Quraniyah Nurul Ummah, Singosari, Malang.
Melalui pendekatan tersebut, para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan materi, tetapi juga pencerahan batin serta kesempatan untuk berkonsultasi mengenai problem kehidupan keluarga dan sosial.
Santunan dan konseling keluarga ini dalam satu hari mengunjungi 15 keluarga yang masuk kategori dhuafa dengan fokus pada konseling pendekatan spiritual pada masing-masing keluarga. Pendekatan spiritual berbasis konseling ini dilakukan karena problem yang dihadapi oleh masing-masing keluarga, berbeda satu sama lainnya.

Menurut salah satu anggota tim pengabdi, Muhammad Hasyim, M.A, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat sosial-ekonomi dan spiritual masyarakat.
"Masjid memiliki potensi besar sebagai ruang pemberdayaan umat. Kegiatan ini adalah langkah kecil agar masjid menjadi rumah yang benar-benar hidup bagi masyarakat sekitarnya," ujarnya.
Program Pengabdian Masyarakat dari Dosen UIN Maliki Malang mendapat sambutan positif dari pihak takmir dan warga. Selain membantu kebutuhan dasar, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat solidaritas, kepedulian, dan kedekatan emosional antara masyarakat, pengurus masjid, dan akademisi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

