Pelatihan Branding Kemasan dan Digital Marketing untuk UMKM Keripik di Desa Hargomulyo
Tim PPK Ormawa HIMAKO (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi) UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) melalui Divisi Edukasi dan Pelatihan kembali menunjukkan komitmennya

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MADIUN – Tim PPK Ormawa HIMAKO (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi) UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) melalui Divisi Edukasi dan Pelatihan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat desa melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Branding Kemasan dan Digital Marketing.
Program ini diselenggarakan pada Sabtu (13/9/2025), bertempat di rumah salah satu pelaku UMKM keripik lokal, Murtini.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga menjadi bentuk nyata pendampingan mahasiswa kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, agar mampu bertahan dan berkembang di era digital yang semakin kompetitif.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membekali pelaku UMKM dengan strategi branding kemasan agar produk yang mereka hasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, pelatihan juga bertujuan membantu pelaku usaha dalam memperluas pemasaran melalui online shop dan media sosial.
Dengan cara ini, produk lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas bahkan hingga luar daerah.
Melalui branding yang kuat dan strategi pemasaran digital yang tepat, diharapkan jumlah konsumen meningkat, pendapatan usaha bertambah, dan produk lokal Desa Hargomulyo mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
Pelatihan ini mengusung tema “Pelatihan Branding Kemasan dan Digital Marketing: Kuatkan Identitas, Tingkatkan Penjualan”. Tema ini dipilih dengan harapan agar para pelaku UMKM dapat menyadari pentingnya identitas produk dalam menarik konsumen. Identitas yang kuat tidak hanya ditampilkan melalui kualitas rasa, tetapi juga dari kemasan yang menarik, tampilan visual yang profesional, dan promosi yang kreatif di dunia digital.
Pelatihan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan aplikatif. Rangkaian kegiatan dimulai dengan praktik pembuatan produk keripik singkong oleh Murtini. Proses ini menjadi dasar untuk memahami bagaimana sebuah produk siap dipasarkan.
Setelah itu, peserta diberikan pelatihan pengemasan dengan menggunakan desain kemasan baru yang telah dicetak. Penggunaan kemasan yang menarik dan informatif dianggap mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus menambah nilai jual produk.
Tahapan berikutnya adalah sesi foto produk. Peserta diajarkan bagaimana menghasilkan foto produk yang menarik dengan memanfaatkan pencahayaan sederhana dan teknik pengambilan gambar yang tepat.
Foto produk yang baik diyakini dapat menjadi faktor penentu dalam menarik perhatian konsumen, khususnya di platform digital.
Tidak berhenti di situ, tim pelaksana juga mendampingi peserta dalam membuat akun penjualan di platform Shopee. Pada sesi ini, peserta belajar cara mengunggah foto produk, menuliskan deskripsi yang sesuai, dan menyusun harga yang kompetitif.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi pelatihan promosi melalui media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Peserta diajarkan cara membuat konten promosi yang menarik, penggunaan hashtag yang relevan, serta strategi menjaga interaksi dengan calon konsumen.
Seluruh kegiatan dipandu langsung oleh Tim PPK Ormawa, khususnya Divisi Edukasi dan Pelatihan. Para mahasiswa yang terlibat tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga turun langsung mendampingi peserta dalam setiap tahapan praktik. Pendekatan ini menjadikan kegiatan lebih aplikatif dan memudahkan peserta dalam memahami setiap materi.
Dengan metode belajar sambil praktik, peserta dapat merasakan pengalaman nyata dalam mengelola produk hingga memasarkannya secara digital. Hal ini sejalan dengan semangat PPK Ormawa yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam proses penerapan.
Sebagai pelaku UMKM, Ibu Murtini mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selama ini, ia hanya menjual keripik dengan kemasan sederhana dan promosi terbatas di lingkungan sekitar. Melalui pelatihan ini, dia memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya kemasan yang menarik dan strategi pemasaran digital.
“Pelatihan ini membuka wawasan saya. Ternyata kemasan yang bagus bisa membuat produk lebih dipercaya. Saya juga jadi tahu bagaimana cara menjual produk melalui Shopee dan mempromosikannya lewat Instagram dan TikTok,” ujar Murtini dengan penuh semangat.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas UMKM di Desa Hargomulyo. Dengan strategi branding kemasan dan digital marketing, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang serta memberikan dampak positif bagi perekonomian desa.
Tim PPK Ormawa berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, tidak hanya berhenti pada satu kali pelatihan. Ke depan, diharapkan akan ada pelatihan lanjutan yang menyasar aspek lain, seperti manajemen keuangan, pengembangan inovasi produk, serta strategi pemasaran yang lebih luas.
Dengan adanya program seperti ini, mahasiswa dan masyarakat dapat bekerja sama membangun ekosistem usaha yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Ketua Pelaksana, Syukur Nur Widhiyah mengatakan bahwa Pelatihan Branding Kemasan dan Digital Marketing yang dilaksanakan di Desa Hargomulyo bukan sekadar kegiatan berbagi ilmu, tetapi juga langkah nyata dalam memberdayakan UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Kehadiran tim PPK Ormawa menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan desa melalui transfer pengetahuan dan keterampilan praktis.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan UMKM Desa Hargomulyo mampu tampil lebih percaya diri, memperluas jaringan pemasaran, serta membawa nama desa ke tingkat yang lebih tinggi dalam dunia usaha. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

