Semarak Bulan Bahasa, Balai Bahasa Jatim Hadirkan Pameran Buku dan Literasi Interaktif
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jatim) resmi membuka Bulan Bahasa dan Sastra 2025 melalui pameran buku bertajuk “Pameran dan Pemanfaatan Produk Penerjemahan: Merangkai Bahasa, Menyatukan Makna” di Aula Cut Nyak Dien, Surabaya.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Surabaya – Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jatim) resmi membuka Bulan Bahasa dan Sastra 2025 melalui pameran buku bertajuk “Pameran dan Pemanfaatan Produk Penerjemahan: Merangkai Bahasa, Menyatukan Makna” di Aula Cut Nyak Dien, Surabaya.
Pameran ini diikuti oleh berbagai lembaga dan komunitas literasi, antara lain BBP Jatim, Gramedia, Narolaka Patra, Mizan, IGI Jatim, Dolanan Surabaya, dan MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Surabaya. Setiap peserta menampilkan buku terbitan serta produk kebahasaan dan kesastraan mereka. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan buku dengan harga diskon selama pameran berlangsung.
Selain pameran, agenda Bulan Bahasa tahun ini juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti gelar wicara, bedah buku, pentas teater, pemutaran film, hingga lokakarya kebahasaan dan kesastraan yang akan digelar sampai penghujung Oktober.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBP Jatim, Puji Retno Hardiningtyas. Dalam sambutannya, Retno menekankan pentingnya menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami makna dan menumbuhkan empati melalui bacaan.
“Buku yang baik bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan kehidupan anak-anak,” ujar Retno, Rabu (29/10/2025).

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem literasi di Jawa Timur.
“Semoga pameran ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen kita terhadap bahasa dan sastra,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Kadispendik, Yusuf Masruh, menilai literasi sebagai dasar penting bagi pengembangan pengetahuan dan karakter anak.
“Literasi keluarga adalah fondasi penting bagi masa depan anak-anak. Dengan membiasakan membaca sejak dini di lingkungan keluarga, kita tidak hanya menanamkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan rasa ingin tahu,” tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

