UNMER Malang Kembangkan Model Mitigasi Panas Perkotaan di Kawasan Heritage dengan Simulasi CFD
Tim peneliti Arsitektur Universitas Merdeka (UNMER) Malang tengah mengembangkan model mitigasi panas perkotaan atau Urban Heat Island (UHI) berbasis teknologi Computational Fluid Dynamics (CFD).

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Tim peneliti Arsitektur Universitas Merdeka (UNMER) Malang tengah mengembangkan model mitigasi panas perkotaan atau Urban Heat Island (UHI) berbasis teknologi Computational Fluid Dynamics (CFD).
Model ini dirancang untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menata kawasan kota agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim, khususnya di area heritage seperti Kayutangan Heritage dan DAS Brantas-Pasar Splendid.
Penelitian tersebut dipresentasikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Model Intervensi Simulasi Mitigasi Urban Heat Island (UHI) Berbasis CFD pada Buffer Zone Kawasan Urban Heritage” di kampus UNMER Malang, Senin (28/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Respati Wikantiyoso, MSA., Ph.D. sebagai peneliti utama, serta dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Inovasi Dr. Pindo Tutuko, S.T., M.T., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Dr. Erna Winansih, S.T., M.T., Kaprodi S1 Arsitektur Dr. Dina Poerwoningsih, S.T., M.T., dan Kaprodi S2 Arsitektur Dr. Erlina Laksmiani Wahjutami, M.T.
FGD juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Bappeda, DLH, PUPR, Dishub, Disporapar, BPBD Kota Malang, serta BBWS Brantas dan Perum Jasa Tirta.

Prof. Respati menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari upaya akademik UNMER Malang dalam mengembangkan blue-green infrastructure, yaitu sistem tata kota yang memadukan vegetasi, air, dan ruang terbuka untuk menurunkan suhu mikro di wilayah padat bangunan.
“Kegiatan ini bukan proyek fisik, tetapi riset akademik untuk menghasilkan model intervensi berbasis data ilmiah. Melalui simulasi CFD dan pemetaan drone, kita dapat memahami bagaimana pola aliran udara dan distribusi panas di kawasan heritage bekerja,” ujar Prof. Respati.
Hasil awal simulasi menunjukkan bahwa suhu rata-rata kawasan berada pada kisaran 23,5-25°C, dengan area padat bangunan menunjukkan tingkat panas yang lebih tinggi. Data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi lingkungan seperti vegetasi, koridor hijau, dan optimalisasi aliran air yang dapat memperbaiki sirkulasi udara.
Dalam diskusi, perwakilan instansi memberikan beragam masukan. DLH Kota Malang menilai kualitas udara menunjukkan tren membaik, tetapi kualitas air masih perlu perhatian. Dishub Kota Malang menyoroti bahwa transportasi merupakan penyumbang panas tertinggi, dan hasil riset CFD dapat membantu perencanaan sistem sirkulasi udara perkotaan.

Sementara itu, Disporapar Kota Malang melihat penelitian ini dapat memperkuat citra Kayutangan Heritage sebagai destinasi wisata hijau dan berkelanjutan.
Dari hasil FGD, sejumlah rekomendasi strategis disepakati, antara lain penerapan blue-green infrastructure, pengembangan ruang terbuka hijau, dan penataan ulang kawasan sungai sebagai elemen penyejuk alami kota.
“Pendekatan CFD memberi kita pemahaman baru tentang karakter suhu mikro di kota. Dari sini kita bisa merumuskan langkah konkret untuk menciptakan kawasan yang lebih sejuk, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Prof. Respati.
Melalui kegiatan ini, UNMER Malang menegaskan komitmennya dalam mendukung penelitian aplikatif berorientasi keberlanjutan dan pengembangan kawasan urban heritage yang adaptif terhadap perubahan iklim. Upaya ini sejalan dengan SDGs Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

