Advertisement
Indonesia Positif

Keberagaman dalam Bingkai NKRI

Indonesia adalah negara yang sangat beragam dari semua sisi kehidupannya, maka perlu mengedepankan pemahaman multikultural yang mampu menerima keberbedaan dari budaya, suku, bahasa dan agama.

TIMES Indonesia,
Keberagaman dalam Bingkai NKRI
Dr. Imam Safi’i, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Malang (UNISMA).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Indonesia adalah negara yang sangat beragam dari semua sisi kehidupannya, maka perlu mengedepankan pemahaman multikultural yang mampu menerima keberbedaan dari budaya, suku, bahasa dan agama. Dalam keadaan Indonesia yang plural seperti ini kesadaraan terhadap keberagaman menjadi fondasi utama untuk membentuk integrasi nasional yang kokoh.

Membangun kesadaran tentang keberagaman tidak semudah membalikan telapak tangan tapi harus ada sinergitas dari semua unsur mulai dari pemerintah, Pendidikan, ekonomi, politik dan masyarakat bangsa Indonesia sendiri. Pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan yang menunjang terjadinya harmonisasi dalam kehidupan masyarakat, jangan sampai justru memperkeruh keberagaman di masyarakat dengan sikap dan komentar-komentar yang tidak mendamaikan masyarakat.

Advertisement

Dari unsur Pendidikan harus memasukkan didalam proses pembelajaran dengan pemahaman multikulturalisme, tidak lagi ada diskriminasi yang terjadi di dunia Pendidikan semua mendapatkan pelayanan dan perhatian yang sama untuk menjadi pemuda masa depan bangsa Indonesia. Pendidikan menjadi ujung tombak sangat penting karena yang mampu merubah pola pikir dan pola sikap itu melalui proses pembelajaran di kelas atau diluar kelas. Dimulai dari pola pikir setelah itu kesadaran tentang keberbedaan dan mampu melaksanakan dalam kehidupan masyarakat.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dengan adanya kesadaran terhadap keberagaman, masyarakat dapat memastikan bahwa semua anggotanya merasa dihargai dan didukung, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi disparitas dalam akses terhadap sumber daya dan kesempatan. Hal ini juga dapat memperkuat rasa solidaritas nasional dan mengurangi risiko fragmentasi sosial yang mungkin timbul akibat ketidaksetaraan atau diskriminasi. Problemnya tidak hanya sebatas diskriminasi kesempatan akan tetapi ketidak setaraan tentang perekonomian masyarakat juga menjadi pemicu terjadinya disharmoni oleh karena itu harus dimaksimalkan untuk mengusahakan secara maksimal oleh pemerintah agar terjadinya kesetaraan penghasilan masyarakat di Indonesia.

Dalam unsur politik harus melakukan tugasnya dengan mengedepankan kejujuran, perdamaian dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat bukan hanya kepentingan sesaat yang dinikmati dari sebagian kelompok kecil masyarakat Indonesia, kalau kita lihat kondisi sekarang banyak sekali politisi yang terjerat korupsi, hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan yang dimilikinya dimanfaatkan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Ini sangatlah ironi bagi bangsa Indonesia yang besar terbentang dari aceh sampai papua akan tetapi kesejahteraan yang dicita-citakan masih belum terwujud dikarenakan adanya keserakahan sebagian kecil rakyat Indonesia.

Oleh karena itu kalau menginginkan harmoni dalam keberagaman yang ada di Indonesia harus dimulai dari kebijakan-kebijakan pemerintah, kesetaraan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat, membentuk politisi yang jujur dan memperjuangkan kebutuhan rakyat serta pemahaman masyarakat Indonesia secara menyeluruh tentang pentingnya menyadari dan memahami tentang kondisi keberagaman yang ada di Indonesia ini dengan dasar bhineka tunggal ika dan mampu menerima keberbedaan. Dari sini slogan NKRI harga mati tidak hanya sebatas kata akan tetapi betul-betul terwujud dalam relung-relung kehidupan bangsa Indonesia. ***

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Dr. Imam Safi’i, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia