Advertisement
Indonesia Positif

Santri Pilar dan Harapan Negeri

Santri istilah untuk pelajar atau murid yang mendalami ilmu agama Islam di pesantren. Secara umum, santri seseorang yang beribadah dengan sungguh-sungguh, namun makna ini dapat diperluas menjadi seorang yang mencintai ilmu, mencintai sesama, dan memiliki

TIMES Indonesia,
Santri Pilar dan Harapan Negeri
Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Santri istilah untuk pelajar atau murid yang mendalami ilmu agama Islam di pesantren. Secara umum, santri seseorang yang beribadah dengan sungguh-sungguh, namun makna ini dapat diperluas menjadi seorang yang mencintai ilmu, mencintai sesama, dan memiliki nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. 

Terdapat pula kategori santri mukim (tinggal di pesantren) dan santri kalong (tidak tinggal di pesantren). Santri bukan sesuatu yang aneh bagi masyarakat Indonesia, apalagi bagi kalangan pesantren. Sejarah santri bahkan sudah ada sejak zaman sebelum Islam berkembang di Indonesia. Dengan segala ke-khas-an yang dimiliki, santri telah menempati sudut pandang tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Advertisement

Bisa dipastikan bahwa sudut pandang terhadap santri mayoritas selalu menepatai ruang sosial yang “positif”. Tulisan ini bermaksud mengahadirkan kembali nilai dan karakter ke-santri-an yang memiliki korelasi positif dalam peran keperibadian dan peran sosial. Menghidupakan kembali karakter positif santri diharapkan mampu sebagai teladan bagi generasi millenial, penerus bangsa, pewaris hari santri, yang akan diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Kata santri menurut kamus besar bahasa Indonesia, memiliki dua pengertian, yakni; orang yg mendalami agama Islam; dan orang yangg beribadah secara sungguh-sungguh; orang yang saleh. Pada definisi lain, makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu SUN dan THREE yang artinya tiga matahari.

Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yang mendatangkan terang dan panas pada bumi di siang hari. Matahari adalah sumber energi tanpa batas, matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas. Namun maksud tiga matahari dalam kata SUNTHREE adalah tiga keharusan yang harus dimiliki oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam. serta dapat berbuat ihsan kepada sesama.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Pada pengertian lain menyebutkan bahwa santri diambil dari bahasa ‘tamil’ yang berarti ‘guru mengaji’, ada juga yang menilai kata santri berasal dari kata india ‘shastri’ yang berarti ‘orang yang memiliki pengetahuan tentang kitab suci’. Selain itu, pendapat lainya meyakini bahwa kata santri berasal dari kata ‘Cantrik’ (bahasa sansekerta atau jawa), yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. Sedang versi yang lainya menganggap kata ‘santri’ sebagai gabungan antara kata ‘saint’ (manusia baik) dan kata ‘tra’ (suka menolong).

Advertisement

Perspektif lain tentang karakter santri bisa dipahami dengan pendekatan harfiyah. Kata Santri jika ditulis dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf, yaitu (سنتري). Yang mana setiap hurufnya memiliki kepanjangan serta pengertian yang luas.

1. Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan
Oleh sebab itu, setiap santri mesti memiliki jiwa pemimpin dalam melaksanakan kebaikan. Ia mesti menjadi pelopor dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

2. Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama.
Ulama atau di Indonesia lebih dikenal dengan Kiyai/Ajengan tidak bisa muncul begitu saja kecuali ia telah melalui tahapan-tahapan rumit, sebelum kemudian Allah SWT meninggikan derajat keilmuannya ditengah-tengah masyarakat. Tentunya ia harus menjalani masa-masa menuntut ilmu serta penggemblengan dalam pembiasaan beribadah. Oleh sebab itu wajar jika santri dikatakan sebagai penerus ulama.

3. Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang meninggalkan kemaksiatan. Maksiat adalah sesuatu yang dilarang oleh agama. Sedangkan santri adalah orang-orang yang mendalami dan mempelajari agama secara menyeluruh. Oleh sebab itu, keduanya sangat bertolak belakang dari segi makna. Maka wajar jika santri dikatan sebagai orang yang meninggalkan maksiat.

4. Ra(ر) adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah.
Santri adalah orang yang sepatutnya mendapat ridlo Allah SWT (amin). Sebab ia berada dalam jalan pencarian ilmu agama. Yang mana dalam beberapa keterangan, orang yang menuntut ilmu berada dalam ridlo Allah SWT. 

5. Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan.
Keyakinan adalah sebuah keharusan bagi santri. Sebab ia berada dalam koridor ilmu yang tidak diragukan lagi keuntungannya. Ia tidak boleh menyerah dalam proses tholabul ilmi. Karena apa yang ia usahakan akan berbuah manis bila disertai keyakinan.

Selain lima filosofi kata santri diatas, beberapa sumber menyebutkan bahwa kata santri hanya berasa dari empat huruf, yang antara lain terdiri dari sin, nun, ta, ra. Dan dari segi pemaknaan pun memiliki beberapa perbedaan sebagaimana berikut:

Sin : Satrul al aurah (menutup aurat)
Nun : Naibul ulama’ (wakil dari ulama’)
Ta’ : Tarku al ma’shi (meninggalkan kemaksiatan)
Ra’ : Raisul ummah (pemimpin ummat)

Bahkan, yang lainnya malah menyebutkan bahwa kata santri sebagai sebuah singkatan dari bahasa indonesia. Yang kepanjangannya, sebagai berikut:

S : satir al-'uyub wa al-aurat
Artinya menutup aib dan aurat. Yakni aib sendiri maupun orang lain

A : aminun fil amanah
Artinya bisa di percaya dalam megemban amanat. 

N : nafi' al-'ilmi.
Artinya bermanfa'at ilmunya. Dan inilah yang sangat diidamkan oleh semua santri. Ketika ia telah melalui masa-masa menimba ilmu, pasti harapan akhirnya adalah mampu mengamalkan ilmu tersebut.

T : tarik al-maksiat.
Artinya meninggalkan maksiat. 

R : ridho bi masyiatillah.
Artinya Ridho dengan apa yang diberikan Allah

I : ikhlasun fi jami' al-af'al.
Artinya ikhlas dalam setiap perbuatan.

Hari santri merupakan hari yang bersejarah, berawal dari resolusi jihad yang dikeluarkan Hadlrotussyeikh KH. Hasyim Asy’ari, kaum santri berbondong-bondong memperjuangkan kemerdekan RI. “Bermula dari resolusi jihad NU, muncullah perjuangan 10 November di Surabaya melawan penjajah yang kemudian diperingati sebagai hari pahlawan nasional. Dengan mengusung tema menyambung juang merengkuh masa depan, kaum santri diharapkan bisa meneruskan perjuangan para pendahulu utamanya perjuangan para kiyai. Perjuangan di berbagai bidang terutama bidang ilmu keagamaan dan pengetahuan benar-benar harus dijaga eksistensinya. Tidak boleh pondok pesantren sebagai ciri khas santri nusantara diisi oleh orang-orang yang salah. Yaitu kelompok-kelompok pengusung konsep negara Darul Islam. Pesantrean atau madrasah sebagai rumah bagi santri tidak boleh tertinggal dalam aspek perkembangan zaman, tidak boleh ketinggalan zaman, santri masa kini harus kreatif dan inovatif”, harapan terciptanya Indonesia sebagai negara darussalam negara yang penuh kedamaian akan bisa dicapai.

(Sumber: https://dki.kemenag.go.id/artikel/revitalisasi-karakter-santri-di-era-millenial-e2CZB)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFebti Ismiatun, S.Pd., M.Pd. Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia