Dukung Kemandirian Disabilitas UWG Malang Gelar Pelatihan Pemasaran Digital dan Manajemen Kualitas
Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menunjukkan kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat inklusif.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menunjukkan kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat inklusif. Melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Manajemen Pemasaran Digital dan Manajemen Kualitas bagi Anggota UKM Disabilitas Tithiek Tenger” Kamis (30/10/2025).
UWG Malang berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha disabilitas agar mampu bersaing di era digital.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Hibah DPPM Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III Tahun 2025 ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Bisnis Digital UWG Malang. Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Andy Hardianto, S.T., M.T., dengan anggota Dadang Hermawan, S.T., M.T. dan Syahroni Wahyu Iriananda, S.Kom., M.Kom.
Dua narasumber utama, Ahmad Fairuzabadi, S.Kom., M.Kom. dan Silviana, S.T., M.T., memberikan materi yang aplikatif dan mudah dipahami oleh peserta, terutama dalam hal penerapan strategi digital marketing dan manajemen kualitas produk.

Sebanyak 10 peserta disabilitas (tuna rungu, tuna wicara, dan tuna daksa) bersama 10 pendamping mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga kesempatan langsung untuk mempraktikkan keterampilan seperti mendesain konten promosi menggunakan Canva, menentukan identitas merek dengan bantuan AI, membuat foto produk yang estetik, serta memahami strategi pemasaran digital yang efektif.
Selain itu, sesi tentang manajemen kualitas produk dan pengemasan menyoroti pentingnya higienitas, kerapian, dan kepatuhan terhadap SOP—terutama bagi produk-produk unggulan seperti coklat buatan komunitas disabilitas Tithiek Tenger.
Ketua Komunitas Disabilitas Tithiek Tenger, Ki Joko Rendy, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian para dosen UWG.
“Kami sangat mengapresiasi sumbangsih dari para dosen yang sudah merangkul teman-teman disabilitas dan memberi ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk bisa berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UWG Malang, Prof. Dr. Ir. Fachrudin, M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mendorong semangat inklusivitas.
“Kegiatan ini semoga memberi semangat dan inspirasi bagi teman-teman disabilitas agar tidak berkecil hati meski ada keterbatasan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, UWG Malang berharap agar para anggota UKM Disabilitas Tithiek Tenger dapat semakin percaya diri, mandiri secara ekonomi, dan mampu menjaga kualitas serta daya saing produk mereka di tengah tantangan pasar digital masa kini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

