Advertisement
Indonesia Positif

Tingkatkan Kapasitas Pelatih, PP PELTI Gelar Pelatihan Pelatih Bersertifikasi ITF

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) meningkatkan kemampuan pelatih tenis melalui pelatihan pelatih tenis tingkat dasar.

TIMES Indonesia,
Tingkatkan Kapasitas Pelatih, PP PELTI Gelar Pelatihan Pelatih Bersertifikasi ITF
Sekretaris Jenderal PP PELTI, Andi Fajar Asti. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) meningkatkan kemampuan pelatih tenis melalui pelatihan pelatih tenis tingkat dasar.

Pelatihan bersertifikasi langsung dari International Tennis Federation (ITF) merupakan wujud nyata PP PELTI mengembangkan olahraga tenis melalui para pelatihnya. 

Advertisement

Kegiatan yang digelar selama mulai hari ini hingga 6 November 2025 di sekretariat PP PELTI, Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta diikuti oleh 40 pelatih dari berbagai provinsi. 

Menurut Sekretaris Jenderal PP PELTI, Andi Fajar Asti, pelatihan ini penting karena jumlah pelatih tenis di Indonesia yang memiliki sertifikasi ITF masih sangat sedikit. 

“Ini adalah program yang harus terus didorong di PB PELTI untuk terus ditingkatkan agar stok pelatih kita yang bersertifikat ITF itu semakin banyak,” ungkap dalam wawancara kepada TIMES Indonesia, Senin (3/11/2025). 

Ia mengungkapkan, setelah pelatih mengikuti sertifikasi tingkat dasar dan yang lolos akan lanjut mengikuti pelatihan pelatih level one pada November 2025 ini.

“Ini jenjang yang paling dasar namanya Play and Stay, kemudian setelah ini tanggal 19 sampai 30 November itu dilanjutkan level one, kemudian setelah itu level two dan paling tinggi level three,” ungkap pria yang akrab disapa Fajar. 

Advertisement

Fajar mengatakan PP PELTI baik secara lisan maupun melalui pedoman organisasi (PO) sudah mewajibkan tiap provinsi yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 harus didampingi minimal pelatih level. 

”Secara lisan sudah disampaikan ini akan diwajibkan, PO nya juga sudah ada tinggal kita sosialisasikan saja oleh PP PELTI pada saat Rakernas nanti. Nanti di Rakernas kita sampaikan bahwa kebijakan PP PELTI adalah menjaga kualitas pelatih, PON pelatihnya atau pendampingnya wajib level one,” tegasnya. 

Menurutnya, pelatihan level one menjadi penting karena minimnya jumlah pelatih level one lantaran terakhir digelar tahun 2015 dan juga semakin banyak pelatih level one semakin banyak pelatih yang mendampingi atlet saat pertandingan di luar negeri. 

“Mudah-mudahan dengan hadirnya pelatihan ini teman-teman pelatih bisa meningkatkan kemampuannya dalam melatih dan kita akan melakukan perbaikan kualitas pelatih melalui pelatihan ini dan diharapkan pelatih dapat lebih mahir berbahasa inggris saat mengikuti pelatihan pelatih dengan sertifikasi ITF,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia