Tingkatkan Ketahanan Kesehatan Nasional, RSUD Caruban Ikuti Donor Darah Serentak HUT ke-25 ARSADA
RSUD Caruban sukses ikuti donor darah serentak nasional peringati HUT ARSADA ke-25. Dari 70+ pendaftar, 39 kantong darah berhasil terkumpul berkat partisipasi dokter, perawat, pelajar, dan masyarakat umum.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MADIUN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Caruban) turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah serentak se-Indonesia. Kegiatan donor darah nasional ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-25 Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA).
“Kegiatan ini digelar serentak di seluruh rumah sakit daerah di Indonesia. Selain memperingati HUT ke-25 ARSADA, tujuannya juga untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat serta meningkatkan ketahanan kesehatan,” jelas drg. Farid Amirudin Direktur RSUD Caruban, Senin (3/11/2025).
Menurut drg. Farid, pelaksanaan donor darah serentak baru kali pertama digelar ARSADA. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi bagian dari komitmen rumah sakit daerah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaan donor darah, lanjutnya, RSUD Caruban menggandeng PMI Kabupaten Madiun. Sedangkan peserta donor darah berasal dari internal dan eksternal. "Dari internal diikuti semua staf dokter dan perawat RSUD Caruban," jelas drg. Farid.

Sejak pelayanan donor darah dibuka, cukup banyak peserta yang antre di depan Ruang Mawar A. Selain dari internal RSUD Caruban juga ada dari masyarakat umum dan pelajar. Sebelumnya petugas PMI melakukan skrining calon pendonor.
Tercatat ada 70 lebih calon pendonor yang mendaftar. Namun setelah dilakukan skrining ada 39 orang yang memenuhi syarat untuk donor darah. "Ada beberapa kendala pendonor tidak bisa diambil darahnya. Di antara tahun karena tensi atau HB yang terlalu tinggi atau rendah," jelas Pipin Widiastuti, koordinator donor darah PMI Kabupaten Madiun.
Kayla Cahyani pendonor dari SMK Model PGRI 1 Mejayan menyatakan baru pertama kali ikut donor darah. Kegiatan donor darah serentak di RSUD Caruban diketahui dari sosial media. "Pingin ikut membantu orang yang membutuhkan darah. Nanti kalau ada donor darah mau ikut lagi," ujarnya.

Dari masyarakat umum juga ada yang ikut donor darah. Salah seorang di antaranya Iwan Haryanto warga yang berdomisili di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan. Pria 43 tahun itu mengaku sudah lima kali ikut donor darah sebagai bentuk kepedulian membantu sesama.
"Kalau ada kegiatan donor darah di Caruban saya usahakan ikut," ujar pria yang bekerja di toko bahan bangunan itu.
Pelaksanaan donor darah serentak se-Indonesia yang diikuti RSUD Caruban dibuka secara zoom meeting langsung dari Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada mulai pukul 08.00 WIB. Pusat kegiatan berlangsung di Aula Zamrud RSUD Budhi Asih, Jakarta dan diikuti secara serentak oleh seluruh anggota ARSADA di berbagai daerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


