Advertisement
Indonesia Positif

Perkuat UMKM, Wamen Helvi Yuni: Penciptaan Lapangan Kerja Baru Harga Mati

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUMKM), Pemprov Jawa Timur, dan Pemkab Jember bersinergi memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) klaster pangan.

TIMES Indonesia,
Perkuat UMKM, Wamen Helvi Yuni: Penciptaan Lapangan Kerja Baru Harga Mati
Bupati Jember Muhammad Fawait saat mendampingi Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Helvi Yuni Moraza. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), Pemprov Jawa Timur, dan Pemkab Jember bersinergi memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) klaster pangan.

Advertisement

Langkah tersebut dilakukan untuk mendongkrak daya saing produk lokal dan meningkatkan perekonomian daerah.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Helvi Yuni Moraza mengatakan bahwa sektor UMKM adalah urat nadi vital perekonomian nasional.

​"Kontribusi UMKM bagi produk domestik bruto daerah adalah tidak terhindarkan. Misi kami jelas yakni pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru adalah harga mati," tegas Helvi saat mengunjungi Jember, Senin (3/11/2025).​

Helvi mengakui hambatan klasik keterbatasan akses UMKM terhadap kemitraan strategis dengan usaha besar, BUMN, dan swasta.

"Kemitraan yang kuat dan setara adalah mandat bagi UMKM untuk naik kelas. Pemerintah hadir untuk menghancurkan semua hambatan yang selama ini mencekik pelaku usaha mikro," ujarnya.

Advertisement

​Jember, menurut Helvi, memiliki potensi UMKM yang sangat besar, dari pangan hingga industri kreatif.

Selain mendorong UMKM yang sudah ada, pemerintah juga fokus memfasilitasi wirausaha muda baru.

​Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, menyambut baik dan menyatakan bahwa kehadiran KemenKopUMKM di Jember adalah titik balik untuk mengentaskan kemiskinan.

​"Perekonomian Jember berpegangan pada para pelaku UMKM. Jangan lupa, saat kondisi normal mereka mungkin terlupakan, tapi saat krisis mengancam Indonesia, UMKM ada di garda terdepan menyelamatkan ekonomi," kata Fawait.​

Pemkab Jember juga sedang mengkaji program terobosan, termasuk penyediaan gerobak UMKM dan yang lebih ambisius:

​"Kami sedang mengkaji kemungkinan Pemkab Jember menanggung bunga pinjaman UMKM ke perbankan. Ini harus terealisasi tahun depan," paparnya.​

Fawait menutup dengan harapan tegas agar perhatian pemerintah pusat, termasuk untuk UMKM disabilitas, dapat terwujud.

​"Rakyat Jember mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah pusat. Ini adalah momentumnya," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia