Advertisement
Indonesia Positif

Pelatihan Pemanfaatan MOOC Tingkatkan Kompetensi Riset Pengembangan Konselor SMP Kabupaten Malang

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah membuka peluang besar dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui kehadiran Massive Open Online Course (MOOC).

TIMES Indonesia,
Pelatihan Pemanfaatan MOOC Tingkatkan Kompetensi Riset Pengembangan Konselor SMP Kabupaten Malang
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah membuka peluang besar dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui kehadiran Massive Open Online Course (MOOC). Platform pembelajaran daring ini memungkinkan siapa pun untuk mengakses materi dan kursus secara luas, fleksibel, dan gratis.

Melihat potensi tersebut, tim dosen Dr. Zamroni, S.Psi, M.Pd., Dr. Diniy Hidayatur Rahman, S.Pd., M.Pd, dan Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd dari Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan konten MOOC bagi konselor SMP di Kabupaten Malang.

Advertisement

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan konselor dalam melakukan inovasi layanan bimbingan dan konseling berbasis riset pengembangan.

Pelatihan dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan wawancara dengan Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Malang, yang menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling di sekolah masih bersifat monoton dan belum berinovasi dengan teknologi terkini.

Minimnya pengetahuan dan keterampilan konselor dalam melakukan riset pengembangan menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, keterbatasan akses terhadap pelatihan profesional dan letak geografis Kabupaten Malang yang luas turut menghambat peningkatan kompetensi para konselor.

zooom.jpg

Melalui kegiatan pelatihan ini, para peserta mendapatkan pendampingan dalam mengenal konsep MOOC, cara mengakses dan memanfaatkan berbagai kursus daring untuk pengembangan profesional, serta bagaimana mengintegrasikan hasil pembelajaran tersebut ke dalam praktik layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Advertisement

Tim pengabdian juga membimbing peserta untuk merancang ide inovasi layanan menggunakan pendekatan riset pengembangan dengan memanfaatkan konten MOOC yang telah dikembangkan tim pengabdi pada kegiatan penelitian tahun sebelumnya. Ketua tim pengabdian mengatakan “konten MOOC yang dilatihkan melalu kegiatan pengabdian ini merupakan produk luaran hasil penelitian yang didanai Universitas Negeri Malang pada tahun 2023

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas profesional konselor SMP di Kabupaten Malang agar mampu beradaptasi dengan tuntutan abad ke-21. Dengan pemanfaatan MOOC, konselor diharapkan dapat terus mengembangkan kompetensinya secara mandiri, berkelanjutan, dan sesuai perkembangan teknologi pendidikan modern.

Misalnya salah satu peserta pelatihan berhasil mengembangkan “Media Pengendalian Diri Siswa Menggunakan Platform Genially”. Program pengabdian ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan bimbingan di masyarakat melalui penerapan teknologi digital. Pendanaan kegiatan pengabdian ini sepenuhnya menggunakan anggaran yang diberikan oleh Universitas Negeri Malang melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) tahun 2025. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMoch Eko Budi Prasetyo Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia