Advertisement
Indonesia Positif

Sumba Timur Bentuk Satgas Khusus Kendalikan Ekspor Ternak Antar Pulau

Pemkab Sumba Timur dan KSOP Waingapu bentuk Satgas pengendalian ekspor ternak antar pulau. Langkah ini untuk jaga populasi ternak lokal & cegah penyebaran penyakit hewan lintas wilayah.

TIMES Indonesia,
Sumba Timur Bentuk Satgas Khusus Kendalikan Ekspor Ternak Antar Pulau
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali saat mengikuti rapat pembentukan dan konsinyering Tim Satgas. (FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SUMBA TIMUR Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Waingapu membentuk Satuan Tugas khusus untuk mengendalikan pengeluaran ternak antarpulau. Pembentukan tim lintas sektor ini diresmikan dalam rapat yang dihadiri Bupati Sumba Timur, jajaran kepolisian, TNI, Kejaksaan, dan PT Pelindo.

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Selasa (4/11/2025) menekankan pentingnya langkah ini. "Rapat ini merupakan salah satu upaya kita untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya tindakan pelanggaran terhadap peraturan terkait prosedur pengiriman ternak antar pulau," jelas Umbu Lili di Hotel Kambaniru Waingapu.

Advertisement

Sektor peternakan menjadi penopang ekonomi vital dengan komoditas sapi, kuda, kerbau, dan babi yang terintegrasi dengan kehidupan sosial-budaya masyarakat.

Namun, ekspor tidak terkendali menimbulkan masalah serius. "Mobilitas ternak antar pulau yang tidak terkendali dapat menimbulkan sejumlah permasalahan seperti menurunnya populasi ternak di daerah, potensi pelanggaran terhadap ketentuan tata niaga dan kesehatan hewan," tambah Bupati. Pembentukan Satgas diharapkan mewujudkan tata kelola peternakan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Kepala KSOP Waingapu Fadly Afand Djafar menyoroti aspek regulasi. "Kami menyadari pentingnya memastikan pengangkutan itu dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim," terang Fadly. Pelabuhan Waingapu menjadi titik vital untuk pengiriman ternak menggunakan kapal Ro-Ro dan Kapal Layar Motor ke berbagai daerah.

Satgas yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, otoritas pelabuhan, dan pelaku usaha ini akan mengawasi ketat proses ekspor ternak. Langkah strategis ini tidak hanya melindungi populasi ternak lokal tetapi juga mencegah penyebaran penyakit hewan dan memastikan kepatuhan terhadap standar kesejahteraan hewan selama transportasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Habibudin
PenulisMoh HabibudinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia